Tarif Tak Naik, Pelni Berniat Diskon Tiket Mudik Lebaran
Kamis, 14 Okt 2004 13:54 WIB
Jakarta - Dirjen Perhubungan Laut Dephub Tjuk Sukardiman memastikan, menjelang Lebaran belum ada rencana kenaikan tarif angkutan laut khususnya dari Pelni. Bahkan ada kemungkinan Pelni memberikan diskon harga tiket."Belum ada rencana (Kenaikan tarif). Malah Pelni biasanya menurunkan harga atau memberikan diskon," kata Tjuk disela-sela seminar mengenai reposisi peran BUMN di Blora Center, Jalan Blora, Jakarta, Kamis (14/10/2004).Tjuk menjelaskan, Pelni saat ini sudah mempersiapkan seluruh armadanya yang mancapai 28 unit kapal angkutan ditambah 9 unit kapal angkutan milik swasta menjelang Lebaran, Natal dan tahun baru nanti. Meski tarif angkutan udara saat ini sudah sangat terjangkau oleh masyarakat, Tjuk yakin masih banyak masyarakat yang menggunakan jasa angkutn laut mengingat ada sejumlah trayek yang hanya bisa ditempuh dengan angkutan laut seperti jalur Sampit-Semarang, Balipapan-Surabaya, Dumai-Semarang, Tanjung Priok-Kupang dan Tanjung Priok-Sorong. "Jadi jalur-jalur itu masih padat pada saat peak season lebaran. Jadi segmennya khusus. Karena untuk trayek-trayek tertentu seperti diatas masih sangat membutuhkan pelayanan angkutan laut," ujar Tjuk.Dengan jumlah angkutan yang disediakan, Tjuk yakin cukup memadai untuk mengangkut jumlah penumpang yang tahun ini diperkirakan naik 10-15 persen dari 910 ribu tahun lalu menjadi sekitar 1 juta pada tahun ini. "Sangat memadai karena angkutan udara kan saat ini cukup menjanjikan. Jadi untuk segmen menengah keatas, kemungkin mereka menggunakan angkutan udara. Tapi ada juga segmen pengguna angkutan laut yang betul-betul membutuhkan angkutan laut. Jadi cukup memadai," tambahnya.Sementara mengenai antisipasi calo menjelang Hari Raya Lebaran, Natal dan tahun baru, Tjuk mengatakan pemerintah sejak saat ini sudah membuka loket pembelian tiket menjelang mudik nanti. Dengan dibukanya pembelian tuiket mulai hari ini diharapkan bisa memberi kesampatan yang seluas-luasnya kepada penumpang untuk membeli tiket sehingga mengurangi calo-calo. "Cuma masyarakat kita itu kan selalu cenderung membeli mendadak. Jadi sebetulnya kita sudah himbau masyarakat agar jauh-jauh hari sudah memesan tiket," imbuhnya.
(qom/)











































