Jadi Test Case Pertama, SBY Diharap Sukses Tangani Mudik
Kamis, 14 Okt 2004 14:44 WIB
Jakarta - Pemerintah baru dipimpin SBY diharapkan bisa meningkatkan pelayanan publik menjelang Lebaran, Natal dan tahun baru khususnya berkaitan dengan transportasi karena masalah ini akan menjadi test case pertama bagi SBY. "Jika pelayanan publik bisa ditingkatkan lebih baik menjelang Lebaran, Natal dan tahun baru, itu akan menjadi citra awal pemerintahan SBY nanti," kata Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia Bambang Susantono disela-sela seminar mengenai reposisi peran BUMN di Blora Center, Jalan Blora, Jakarta, Kamis (14/10/2004).Diakui Bambang, pelayanan publik pada lebaran tahun lalu sudah lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini karena diterapkannya libur panjang sehingga puncak arus mudik tidak terkonsentrasi dalam 1 atau 2 hari tetap merata selama musim libur itu. Karena itu Bambang berharap pemerintah baru nanti bisa melakukan hal yang sama agar puncak arus mudik bisa disebar secara merata. "Tahun lalu itu jauh lebih baik sehingga puncak mudik tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan dihari-hari tertentu bisa berlebihan sehingga bis yang harus menunggu penumpang. Jadi kita himbau kepada yang melakukan operasional untuk lebih baik lagi dari tahun lalu dan membuka catatan-catatan apa saja yang harus diperbaiki," papar Bambang.Diakui Bambang, untuk kemacetan yang biasa terjadi pada saat arus mudik sulit untuk diatasi mengingat infrastuktur yang didesain memang tidak memperhitungkan beban puncak arus mudik sehingga kemacetan diperkirakan masih ada. Karena itu dia hanya bisa menghimbau agar pemerintah bisa mengelola kemacetan itu menjadi lebih baik lagi. Sementara untuk pelayanan angkutan udara yang diperkirakan akan membludak mengingat rendahnya harga tiket sekarang ini, Bambang menghimbau kepada industri angkutan udara khususnya bandara udara untuk bisa memanage pelayanannya menjadi lebih baik lagi.
(qom/)











































