Harga Minyak Kembali Catat Rekor Tertinggi US$ 55 per Barel
Jumat, 15 Okt 2004 10:47 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah dunia kembali melambung ke level US$ 55 per barel menyusul keluarnya data jumlah cadangan minyak AS yang menunjukkan penurunan selama musim dingin. Harga minyak light sweet untuk pengantaran Nopember kembali sempat melonjak ke level US$ 54,88 per barel sebelum akhirnya ditutup pada harga US$ 54,76 per barel atau berarti naik 1,12 dolar dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sedangkan harga minyak Brent sempat mencatat harga tertinggi pada US$ 50,90 per barel dan ditutup naik 79 sen pada US$ 50,84 per barel.Menurut analis dari Refko, Marshall Steeves seperti dilansir AFP, Jumat (15/10/2004), berita yang menunjukkan tajamnya penurunan cadangan bahan bakar komersial AS telah membuat pasar ketakutan. Data dari Departemen Energi AS menunjukkan cadangan minyak mentah komersial pada pekan yang berakhir 8 Oktober turun 4,2 juta barel dibandingkan pada pekan sebelumnya menjadi 278,2 juta barel. Angka ini merupakan angka yang terendah sepanjang tahun ini. Namun khusus jenis minyak distilasi terutama diesel dan minyak bakar turun 2,5 juta barel menjadi 120,9 juta yang merupakan efek dari terganggunya produksi dan pengilangan di Teluk Meksiko akibat hantaman badai. Sementara pialang cukup lega dengan berita dari Nigeria bahwa pimpinan buruh dan aktivis oposisi akan segera menghentikan pemogokan secara nasional. "Pemogokan saat ini masih berjalan. Tapi Nigeria Labour Congress (NLC) dan kelompok masyarakat sipil akan bertemu pada sore ini untuk mereview langkah selanjutnya dari aksi protes ini. Pemogokan sepertinya akan dihentikan sementara pada hari ini dan akan disimpulkan lagi 2 pekan ke depan," kata Owei Lakemfa, juru bicara NLC.
(qom/)











































