Pagi tadi Menteri BUMN Dahlan Iskan mengumpulkan para direksi BUMN terkait acara Pemberian Penghargaan Atas Kinerja dan Terobosan BUMN. Namun sebelum acara tersebut berlangsung, Dahlan melakukan pertemuan tertutup dengan para direksi BUMN. Apa saja yang dibahas?
"Tadi membahas persiapan besok mengajar undang Prof Anies Baswedan mengajar seperti apa metode seperti apa. Menurut Anies mereka itu diperlukan adalah inspirasinya, ini loh yang harus diajarkan karean mereka memerlukan inspirator," kata Dahlan usai acara tersebut di kantor Pertamina, Minggu (19/5/2013)
Dahlan memang mewajibkan para direksi BUMN mengajar (jadi guru dadakan) sebagai guru tamu dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2013. Ia beralasan, hal ini dilakukan demi memberi motivasi dan inspirasi bagi siswa-siswi SD, SMP hingga SMA. Langkah ini mengadopsi konsep mengajar dari Anies Baswedan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kedua masalah outsourcing, keputusan panja (DPR) akan sangat lama karena proses politik lama, ingin melakukan perbaikan-perbaikan," katanya.
Ia menambahkan sambil menunggu proses di DPR, ia memutuskan para BUMN tidak boleh sembarangnan tender outsourcing, sistem tender outsourcing harus diubah oleh manajemen BUMN.
"Persyaratan tender untuk perusahaan-perusahaan tersebut harus memiliki jenjang karier dan kepegawaian, kalau nggak punya dia bisa ikut tender, jadi dia harus memperlakukan pegawainya itu menjadi karyawan," kata Dahlan.
Seperti diketahui Hari ini (19/5/2013) para direksi perusahaan pelat merah berkumpul bersama Dahlan Iskan. Mereka menghadiri pemberian penghargaan terhadap kinerja BUMN. Acara itu bertajuk Pemberian Penghargaan Atas Kinerja dan Terobosan BUMN
(hen/hen)










































