Ismed mengisahkan, dia datang bersama 2 staf perusahaannya disambut antusias yang sangat baik dari para siswa juga guru dan pihak sekolah. Alih-alih mengajar 1 kelas saja, Ismed diminta mengajar seluruh siswa kelas XI atau kelas 2 SMA tersebut.
"Saya tadinya dikira mau ngajar satu kelas saja, tapi siswa yang lain pada protes, iri karena ingin ikutan juga. Akhirnya Kepala Sekolah memutuskan untuk pindah ke atas, di aula sekolah tersebut dikumpulkan 200 siswa," kata Ismed kepada detikFinance, Senin (20/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita semua lesehan, mereka duduk di lantai, saya berdiri, dan hanya wakil kepala sekolah saja yang duduk," tuturnya.
Di sana, Ismed bercerita tentang perjalanan hidup dan karirnya semasa masih menjadi pengusaha, seorang profesional hingga saat ini menjabat Bos BUMN yang mengepalai beberapa anak usaha.
Selain mengajar, dia pun memberikan batuan kepada beberapa siswa yangf berprestasi berupa beasiswa belajar selama 1 tahun kepada bagi yang masih duduk di kelas 2, khusus yang berprestasi mendapat peringkat 1 dan 2 di kelas. Selain itu, dia pun memberikan 10 beasiswa yang sama kepada siswa yang dipilih secara acak.
"Karena mereka banyak uang ingin kuliah di perguruan tinggi seperti ITB, UI, Unpad, IPB dan UGM, saya beri mereka beasiswa satu tahun bagi siapa saja yang diterima di perguruan negeri tersebut," katanya. "Ini untuk memotivasi mereka agar belajar lebih giat dan tekun lagi," tambahnya.
Ismed pun mengaku, memberikan bantuan tersebut dari saku pribadinya, bukan diambil dari uang perusahaan. "Saya juga beri bantuan Rp 25 juta untuk pembangunan masjid di sekolah itu," katanya.
Melihat hal ini, dia berkomitmen untuk melakukan hal yang serupa dalam jangka waktu 1 bulan sekali di 30 SMA, SMP, Madrasah dan Pesantren di lingkungan pabrik milik perusahaan. Dia berjanji, nantinya, hingga staf Kepala Divisi akan ikut turun gunung untuk memberikan motivasi terhadap para siswa.
(zlf/ang)










































