Apple, Perusahaan Termahal Dunia yang Dituding Mengemplang Pajak

Apple, Perusahaan Termahal Dunia yang Dituding Mengemplang Pajak

Wahyu Daniel - detikFinance
Selasa, 21 Mei 2013 11:42 WIB
Apple, Perusahaan Termahal Dunia yang Dituding Mengemplang Pajak
Washington -

Kalangan Senat AS menuding perusahaan teknologi termahal dunia, Apple sebagai pengemplang pajak terbesar di negara tersebut. Sebuah komite di Senat menyatakan, Apple telah menggunakan sebuah badan di luar negeri untuk menghindari pembayaran pajak penghasilan miliaran dolar AS.

Presiden Direktur Apple Tim Cook mengatakan, dirinya akan menghadapi komite tersebut, untuk melakukan pembelaan bahwa Apple tidak melakukan penghindaran pajak.

Menurut Komite Senat itu, saat ini Apple mempunya uang tunai US$ 145 miliar atau Rp 1.377 triliun. Namun dari jumlah tersebut, sebesar US$ 102 miliar disimpan di luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apple sebelumnya mengatakan, dirinya adalah pembayar pajak terbesar di AS, dengan jumlah pembayaran pajak penghasilan senilai US$ 6 miliar atau Rp 57 triliun di 2012.

Komite investigasi di Senat AS menyatakan, adanya penggunaan perusahaan lain di luar negeri untuk menghindari pajak. Beberapa perusahaan besar di AS memang melakukan hal tersebut untuk menghindari pajak 35% di AS.

Tarif pajak 35% di AS memang merupakan yang tertinggi di dunia. Namun, biasanya perusahaan berusaha untuk menghindari tingginya pajak tersebut.

Ketua komite Senat tersebut yaitu Carl Levin mengatakan, Apple menyimpan sebagian labanya ke perusahaan yang berkedudukan di negara dengan tarif pajak rendah.

"Apple melihat kesempatan untuk menghindari pajak. Perusahaan ini membentuk badan di luar negeri yang menyimpan puluhan miliar dolar tanpa dikenakan pajak tinggi," ujar Levin dikutip dari BBC, Selasa (21/5/2013).

Seorang anggota komite lain yaitu John McCain mengatakan, Apple mengklaim dirinya sebagai pembayar pajak terbesar di AS, namun Apple juga merupakan pengemplang pajak terbesar.

Dalam pernyataannya, Apple membantah semua tuduhan tersebut. "Apple tidak memindahkan asetnya ke negara dengan pajak rendah, dan membawa semua hasil penjualan ke AS.

Selain Apple, Senat juga tengah menyelidiki pembayaran pajak Micosoft dan Hewlett-Packard (HP). Menurut informasi, 5 dari 10 perusahaan dengan uang tunai terbesar di luar AS bergerak di sektor teknologi.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads