BP dan CNOOC Bantah Cemari Kepulauan Seribu

BP dan CNOOC Bantah Cemari Kepulauan Seribu

- detikFinance
Jumat, 15 Okt 2004 17:46 WIB
Jakarta - Hasil kajian Lemigas (Lembaga Kajian Minyak dan Gas) menunjukan tumpahan minyak di kepulauan seribu berbeda dengan minyak yang diproduksi China National Oil Offshore Coorporation (CNOOC) dan BP West Java. Kesimpulannya, asal minyak yang mencemari 9 pulau di wilayah itu bukan berasal dari ladang milik kedua kontraktor bagi hasil tersebut."Namun demikian BP Migas dan instansi terkait terus melakukan upaya investigasi untuk menemukan sumber pencemaran," kata Deputi Operasi BP Migas Trigana Karto Atmodjo dalam jumpa pers di gedung Patra Jasa, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (15/10/2004).Sesuai standar operasi, sambung Trugana, BP Migas, CNOOC dan BP West Java sudah melakukan pembersihan tumpahan minyak di atas permukaan laut dan pantai di Kepulauan Seribu. Sejauh ini pekerjaan ituberhasil mengumpulkan 8.686 karung. Trigana memperkirakan, upaya pembersihan itu akan selesai sebelum tanggal 17 Oktober 2004.Ketika ditanya pihak mana yang diduga sebagai pelaku pencemaran, Trigana mengatakan, perlu finger print untuk mencocokkan hasil limbah tersebut dengan asal produksi minyak."Kita masih cari sumbernya. Tapi ada berbagai kemungkinan, misalnya dari tangker niaga, yang berada di kawasan Tanjung Priok atau bisa juga pembuangan limbah ilegal. Demikian juga dengan kegiatan pemboran yang berpotensi mencemari Kepulauan Seribu. Ini yang masih kita cari," kilah Trigana.Senior Asset Manager BP West Java, T Wibowo, juga memperkirakan minyak yang mencemari wikayah Kepulauan Seribu itu bukan produksi perusahaanya. Menurut Wibowo, berdasarkan catatan BP operasionalisasi perusahaan tersebut pada Agustus 2004 ini berjalan normal. "Jadi tidak ada kebocoran pipa," tukas Wibowo.Hal senada diungkapkan Relation and General Affair CNOOC, Sugiharto Muhammad. Menurutnya, tempat penyimpanan (storage) juga tidak ada tanda-tanda kebocoran. Bahkan hasil dari oil spil information system menunjukan, pencemaran berasal dari arah Tenggara atau Timur Laut Kepulauan Seribu"Sementara wilayah kerja CNOOC tidak berada di arah tersebut. Jadi kami yakin ini bukan dari CNOOC," papar Sugiharto. (djo/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads