Chairul Tanjung akan Pertemukan 100 Pengusaha RI-Korea

Chairul Tanjung akan Pertemukan 100 Pengusaha RI-Korea

Wahyu Daniel - detikFinance
Jumat, 24 Mei 2013 11:17 WIB
Chairul Tanjung akan Pertemukan 100 Pengusaha RI-Korea
Ketua KEN Chairul Tanjung didampingi para wakil ketua Kadin Indonesia
Seoul -

Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung bersama rombongan mengunjungi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Korea Selatan hari ini (24/5/2013). Chairul Tanjung yang biasa disapa CT ini diterima oleh Ketua Kadin Korea S.K.Sohn.

Pada pertemuan itu, CT didampingi oleh Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Investasi Peter Gontha, Wakil Ketua Kadin Indonesia bidang Luar Negeri Chris Kanter, dan Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Pendidikan James Riady.

Dalam keterangan tertulis KEN yang diterima detikFinance, Jumat (24/5/2013), CT menyatakan Ketua Komisi Perdagangan Parlemen Korea berkeinginan mengadakan pertemuan antara pengusaha anggota Kadin Korea dan Indonesia. Rencananya ada sekitar 50 Pengusaha Korea dan 50 Pengusaha Indonesia yang akan ikut serta dalam pertemuan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan bagi Indonesia, Korea sudah dianggap sebagai mitra prioritas dan diharapkan pertemuan KEN dengan Kadin Korea jangan hanya sebatas di tataran pembicaraan saja tapi harus dibuat konkret.

Dalam pertemuan tersebut terjadi dialog interaktif antara rombongan KEN dengan Kadin Korea. Ketua Kadin Korea S.K.Sohn menyatakan kemajuan negara Korea disebabkan konsentrasi terhadap ekonomi masa depan, sehingga di Negeri Ginseng tersebut ada Kementerian khusus di bidang Ekonomi masa depan.

Menanggapi hal itu, CT menanyakan rahasia sukses hubungan antara Pemerintah dan Kadin Korea bisa bekerja sama begitu erat.

Menurut Shon, pemerintah Korea dalam Bidang ICT (informasi, komunikasi dan teknologi) memberikan perhatian yang sangat besar demikian juga untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) diberikan perhatian agar menjadi usaha yang lebih besar. Pemerintah melakukan investasi di dalam perusahaan perusahaan tersebut agar perusahaan tersebut lebih berkembang.

Selain itu, S.K.Sohn juga menjelaskan, perhatian utama pemerintah Korea adalah medidik pekerja agar menjadi lebih efisien dan inovatif. Juga memperbaiki Corporate Culture untuk Inovasi dan Kreatifitas. Pemerintah memberikan bimbingan kepada perusahaan UKM agar menjadi lebih kreatif.

Sohn menambahkan, di negaranya ada lembaga pemerintah yang menyediakan dana khusus untuk pendidikan dan kreatifitas untuk UKM sehingga bisa menjadi Usaha Masa depan yang berbasis Teknologi.

Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Investasi Peter Gontha menyampaikan, perselisihan antara perusahaan investor asing di Indonesia dengan Tenaga kerja Indonesia mirip yang terjadi di Korea, misalnya General Motor juga mengalami hal yang sama di Korea.

Menurut Sohn perbedaan perbedaan antar pihak investor dan tenaga kerja secara perlahan lahan menurun karena publik lelah melihat adanya demonstrasi. Dalam kesempatan itu, Peter Gontha meminta bantuan dari Kadin Korea untuk menyampaikan kepada investor Korea di Indonesia agar sabar dan bersama-sama mencoba mengatasi perbedaan perbedaan tersebut.
Β 
Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua Kadin Indonesia bidang Luar Negeri Chris Kanter menyinggung soal rencana kerjasama komprehensif antara RI dengan Korea Selatan. Chris mengharapakan bahwa perusahaan swasta Indonesia juga dilibatkan didalam pembicaraan CEPA. Hal yang sama pun terjadi dengan komisi di Kamar Dagang yang dilibatkan Pemerintah dalam perundingan CEPA.

Mengenai pembahasan lain, Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Pendidikan James Riady membahas bagaimana sikap pemerintah Korea terhadap perkembangan ekonomi dunia.

Menanggapi itu, Sohn mengatakan bahwa Parlemen dan Pemerintah sama sama memonitor perkembangan dunia dan selalu harus bersikap hati hati dan memperjuangkan deregulasi terus menerus agar ekonomi dan produksi Korea selalu kompetitif teruatama dalam teknologi dan industri Kreatif.

CT menambahkan sekarang sudah saatnya pemerintah dan usaha harus bekerja sama untuk lebih meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengambil keputusuan keputusan politis yang lebih populis untuk mencapai tujuan tersebut.

Dibahas juga soal harapan Kadin Indonesia yang meminta industri Korea dapat menampung lebih banyak tenaga kerja Indonesia di bidang teknologi tinggi dan bukan hanya industri padat karya yang tidak memberikan nilai tambah untuk industri masa depan di Indonesia.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads