Kereta MRT Diimpor Dari Jepang, Tarif Masih Dirahasiakan

Kereta MRT Diimpor Dari Jepang, Tarif Masih Dirahasiakan

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 28 Mei 2013 16:41 WIB
Kereta MRT Diimpor Dari Jepang, Tarif Masih Dirahasiakan
Jakarta - PT MRT Jakarta akan mulai mengerjakan proyeknya sebelum akhir tahun ini dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2017/2018. Sampai saat ini, PT MRT Jakarta belum dapat memastikan berapa besaran tarif yang akan berlaku.

Direktur Utama PT Jakarta MRT Dono Boestami menjelaskan, sesuai UU Perkeretaapian, besaran tarif ditentukan 3 bulan sebelum pengoperasian MRT tersebut. Dengan demikian, pada 2017 nanti tarif akan dibahas.

"Tarifnya itu 3 bulan sebelum operasi komersil. UU-nya menyatakan begitu," kata Dono saat ditemui di acara Dialog Jakarta Baru 2, Membangun Sistem Transportasi Jakarta Baru, di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dono mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya saat ini sedang fokus mempersiapkan proses konstruksi MRT tahap I (Lebak Bulus-Bundaran HI), sehingga belum ada bahasan lebih lanjut mengenai berapa besaran tarif, dan bagaimana sistem penetapan tarif nantinya.

"Kita nggak pikirkan (tarif)," singkatnya.

Selain itu, rangkaian kereta yang akan digunakan akan diimpor langsung dari Jepang. Meski Dono tidak menyebut secara rinci berapa harga kereta per unitnya, semua anggaran sudah dimasukan ke dalam seluruh investasi proyek. "Pokoknya semua 139 milyar yen. Saya nggak tahu detilnya berapa," tutup Dono.

(zlf/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads