Calon Menteri Ekonomi SBY Belum Cerminkan Perubahan
Senin, 18 Okt 2004 11:07 WIB
Jakarta -
Sejumlah nama dipanggil SBY. Kabarnya untuk mengisi pos menteri ekonomi seperti Aburizal Bakrie, Marie Pangestu dan Rachmat Gobel. Namun, ketiganya dinilai belum mencerminkan perubahan yang dikehendaki rakyat."Kalau saya melihat mereka yang dipanggil SBY itu belum mencerminkan perubahan. Baik dari komposisinya, masa lalunya maupun paradigma pemikirannya. Misalnya Marie Pangestu itu idem-dito dengan Sri Mulyani yang dekat IMF," kata Direktur INDEF Iman Sugema kepada detikcom, Senin (18/10/2004).Iman Sugema melihat nama-nama yang dipanggil oleh SBY sejauh ini sangat sulit diharapkan melakukan perubahan yang mendasar di bidang perekonomian. "Kalau saya agak kurang sreg dengan susunan tersebut," ujarnya.Ditambahkan Iman, selama kampanye yang diijanjikan SBY adalah perubahan termasuk di dalamnya perubahan keadaan perekonomian yang harus tercermin dalam kebijakan ekonominya di masa datang. "Kalau susunan tim ekonominya seperti itu, saya tidak melihat adanya niatan untuk melakukan perubahan," tegasnya.Meski saat ini masih simpang siur tentang pos-pos menteri ekonomi, namun santer kabar Aburizal Bakrie akan ditempatkan sebagai Menko Perekonomian, Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, Marie Pangestu sebagai Menteri Perdagangan dan Rachmat Gobel sebagai Menteri Perindustrian. Nama lain seperti Anggito Abimanyu, Bambang Sudibyo, M Chatib Basri akan masuk dalam jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN).Dalam pandangan Iman Sugema, dengan susunan kabinet yang seperti itu maka sangat sulit bagi SBY untuk melakukan pembenahan dan pembersihan. "Kalau kita ingin membentuk pemerintahan yang bersih mestinya kita tunjuk orang yang bersih. Agak susah membersihkah sistem kalau sebagian besar bermasalah," ujarnya.Iman juga mendukung sikap PKS yang memberikan sinyal untuk menarik dukungan jika susunan kabinetnya pro-IMF dan dekat dengat konglomerat hitam. "Sikap PKS seperti itu pas sekali. Kalau SBY tidak sensitif maka SBY akan terganjal oleh kebijakannya sendiri seperti Megawati," terangnya.
(san/)










































