Kwik: Rencana SBY Pimpin Negosiasi Utang, Langkah Besar

Kwik: Rencana SBY Pimpin Negosiasi Utang, Langkah Besar

- detikFinance
Senin, 18 Okt 2004 11:47 WIB
Jakarta - Menneg PPN/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie nilai rencana presiden terpilih SBY untuk memimpin langsung negosiasi penjadwalan utang Indonesia sebagai langkah yang cukup bagus dan memiliki bobot yang besar terlepas apakah nantinya berhasil ataukah tidak.Kwik Kian Gie mengungkapkan hal tersebut dalam jumpa pers disela-sela sosialisasi UU No 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) di Gedung Bappenas, Jl Taman Suropati, Jakarta, Senin(18/10/2004)."Kalau SBY mau memimpin sendiri perundingan itu tentu akan memiliki bobot yang besar terlepas dari hasilnya nanti," kata Kwik.Namun menurut Kwik untuk negosiasi penjadwalan ulang utang tidak boia lagi dilakukan lewat Paris Club karena Indonesia tidak memperoleh lagi extended fund facility yang dipayungi IMF. "Karena tidak ada extended fund facility maka tidak ada Paris Club itu pikiran yang tidak fair. Tapi kalau SBY akan pimpin di luar Paris Club itu akan bagus," tegasnya.Program extended fund facility telah diterima pemerintah sejak tahun 1998 sampai 2003 dimana utang Indonesia dijadwalkan ulang. Namun tahun lalu pemerintah memutuskan untuk melepaskan diri dari IMF dan menempuh langkah post programme monitoring untuk menyelesaikan persoalan utangnya karena utang Indonesia melebihi kuota. (san/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads