Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan kenyataan ini karena peran pemerintah yang minim sehingga franchise lokal sulit berkembang.
"Hanya 15 brand franchise lokal kita yang baru go international seperti Es Teler 77 dan Kebab Baba Raffi itu. Mereka jalan sendiri-sendiri dan tidak didukung oleh pemerintah ini sangat disayangkan," kata Anang saat ditemui detikFinance di JCC Senayan Jakarta, Jumat (31/05/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sana itu ada pembinaan dan pendampingan juga dikasih permodalan yang tingkat bunganya rendah. Bila dibandingkan Malaysia tingkat bunga bank kita itu tinggi sekarang itu 12% Malaysia hanya 4%. Sedangkan di Singapura juga ada program hibah dari pemerintahnya," imbuhnya.
Minimnya kontribusinya pemerintah menyebabkan Indonesia dijadikan pasar oleh asing. Buktinya 350 brand franchise asing sudah masuk ke Indonesia sehingga menekan keberadaan franchise lokal.
"Restoran Jepang dan Korea sekarang itu banyak di sini kenapa kita nggak go international. Brand roti bakar aja dari Singapura. Bakso tusuk pastel juga sama. Waralaba lokal katanya ada 2.000 brand, namun yang sesuai kriteria itu hanya 100 brand selebihnya BO (Business Opportunity/belum waralaba) asing juga banyak di kita ada 350 brand," cetusnya.
(wij/hen)










































