"Pasalnya event seperti ini rawan penipuan yang dilakukan tenant (penjual) yang menawarkan diskon besar-besaran," ujar Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi kepada detikFinance, Minggu (2/6/2013).
Menurutnya ada saja penjual atau toko yang menawarkan diskon besar-besaran namun telah menaikan lebih dahulu harga barang yang akan dijualnya. "Itu sudah perilaku tenant atau supermatket saat ini dan dari dulu, mereka naikkan dulu harga barangnya lalu diberi diskon besar," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
YLKI meminta agar Kementerian Perdagangan dan dinas perdagangan di daerah segera turun tangan untuk aktif melakukan pengawasan terhadap promo-promo yang bisa menipu konsumen.
"Kementerian perdagangan harus segera turun aktif melakukan pengawasan dan survei terhadap harga-harga barang yang dijual pada event seperti Jakarta Great Sale, kalau ditemukan ketidakwajaran harga maupun barang langsung ditindak," tandasnya.
Pemprov DKI Jakarta bersama Asosiasi Pengelolaan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) melakukan kegiatan tahunan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) dari 1 Juni-14 Juli 2013. Transaksi belanja Rp 11,8 triliun ditargetkan selama acara ini berlangsung.
(rrd/hen)










































