Ini Negara Berdaya Saing Tertinggi, Indonesia Nomor Berapa?

Ini Negara Berdaya Saing Tertinggi, Indonesia Nomor Berapa?

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 03 Jun 2013 10:42 WIB
Ini Negara Berdaya Saing Tertinggi, Indonesia Nomor Berapa?
Jakarta -

Sebuah sekolah bisnis ternama di Swiss yakni IMD membuat peringkat negara dengan daya saing tertinggi di dunia. Ada 60 negara yang disurvei oleh sekolah ini. Siapa negara dengan daya saing tertinggi?

Direktur dari IMD World Competitiveness Center Profesor Stephane Garelli mengatakan, dengan kejautan Eropa akibat krisis utang, AS kembali menjadi negara berdaya saing paling tinggi di dunia, mengalahkan Jepang yang saat ini tengah berdebat soal pengetatan anggaran.

Penilaian daya saing ini dilihat dari dinamisme ekonomi, keterampilan tenaga kerja, akses pembiayaan yang mudah, kekuatan riset dan pengembangan budaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam peringkat ini, Indonesia ditempatkan pada posisi nomor 39, jauh di bawah Singapura yang menduduki peringkat nomor 5, dan Malaysia yang menduduki peringkat 15. Bahkan Indonesia kalah dari Thailand dan Filipina yang masing-masing menduduki peringkat 27 dan 38.

Yuk lihat 5 besar negara dengan daya saing tertinggi menurut IMD, seperti dikutip dari CNNMoney, Senin (3/5/2013):

5. Singapura

Foto: Reuters
Singapura adalah negara Asia kedua setelah Hong Kong yang masuk ke dalam jajaran 5 besar dalam hal daya saing. Survei responden mengatakan ada empat alasan untuk berbisnis di Singapura, yaitu : pemerintah yang kompeten, kekuatan infrastruktur, lingkungan hukum yang efektif dan stabilitas kebijakan.

Singapura diniliai dapat meningkatkan daya saing dengan memperkuat bantuan kepada orang-orang berpendapatan rendah dan menengah, serta membantu perusahaan untuk menjaga tekanan biaya jika berada di bawah kendali.

4. Swedia

Foto: Reuters
Swedia naik satu peringkat ke posisi 4 di 2013. Ini adalah kesuksesan sementara daya saing negara-negara di Eropa menurun. Direktur IMD World Competitiveness Center Profesor Stephane Garelli menyebut negara Skandinavia ini sebagai 'shining success' atau kesuksesan yang bersinar.

Dari survei IMD terhadap para pemimpin bisnis, negara ini menarik karena stabilitas politik, keterampilan tenaga kerja, kekuatan infrastruktur dan lingkungan hukum yang efektif.

Akan tetapi, Swedia jelas dianggap lemah dalam rezim pajak.

3. Hong Kong

Foto: Reuters
Dari peringkat teratas tahun lalu, Hong Kong jatuh ke tempat ketiga. Namun, negara ini masih memiliki keuangan dan konektivitas logistik dengan banyak fitur menarik.

Hasil survei menyebutkan, pajak rendah di kota besar sangatlah menarik. Sebagai lingkungan hukum dari negara bekas jajahan Inggris. Namun, Hong Kong mendapat nilai buruk dari segi penelitian dan pengembangan, hubungan kerja dan stabilitas kebijakan.

2. Swiss

Foto: Reuters
Swiss berada pada peringkat ketiga tahun lalu. Ini harga dari stabilitas kebijakan dan prediktabilitas. Baik Swedia maupun Jerman, IMD menilai bahwa Swiss adalah bagian dari kelompok powerhouses Eropa yang mengandalkan diversifikasi, berorientasi pada ekspor ekonomi dan disiplin fiskal untuk mendapatkan keuntungan.

Para eksekutif yang disurvei ternyata kurang antusias tentang harga, kualitas tata kelola perusahaan, dan kompetensi pemerintah di Swiss.

1. Amerika Serikat

Foto: Reuters
Amerika Serikat kembali dengan predikat negara super power di tahun 2013. Setelah tahun lalu kalah dari Hong Kong, AS membuktikan bahwa merekalah negara dengan daya saing terbaik di dunia.

Kinerja tahun ini terkait dengan penguatan dari sektor keuangan, inovasi dan perbaikan proyeksi (outlook) perusahaan.
Dari survei IMD World Competitiveness Center, ada proposisi bisnis yang menarik di negeri Paman Sam tersebut. Di antaranya dalam dinamisme ekonomi, keterampilan tenaga kerja, akses pembiayaan yang mudah, kekuatan riset dan pengembangan budaya.

Akan tetapi, kekuatan ini tetap harus ada perbaikan untuk beberapa area. Sorotan tertuju pada pajak di Amerika. Kemudian kompetensi pemerintah yang lemah dalam menginventarisir faktor-faktor yang sangat berpengaruh bagi dunia bisnis.
Halaman 2 dari 6
(dnl/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads