Khusus sarang burung walet, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi menuturkan, alasan khusus China menolak.
"Sekarang ini produk burung walet kita tidak sesuai standar, sehingga tidak bisa diterima. Produk burung wallet kita dicampur zat pewarna," ungkap Bachrul saat ditemui di Pasar Simpansa, Tangerang, Banten, Rabu (5/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal harganya bisa mencapai US$ 2000/kg, sekarang hanya US$ 500-700/kg," katanya.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan verifikasi terkait 8 perusahaan utama pengekspor produk burung walet ke China. Verifikasi dilakukan agar produk tersebut diterima kembali oleh China dengan harga yang kompetitif.
"CNCA China (Lembaga Karantina China) akan memfasilitasi produk burung walet ke China. Saat ini mereka dalam beberapa bulan ini akan melakukan inspeksi ke 8 perusahaan kita (eksportir sarang burung walet). Tempat kita periksa, dimana dikembangkan juga diperiksa, kesehatan dan pengurusannya bagaimana. Kemudian langsung kita sertifikasi jika sudah dilakukan verifikasi agar harga jual kembali kompetitif," tegasnya.
(wij/dnl)










































