Pemecahan Depperindag Dapat Membuat Kinerja Lebih Efektif

Pemecahan Depperindag Dapat Membuat Kinerja Lebih Efektif

- detikFinance
Selasa, 19 Okt 2004 13:54 WIB
Jakarta - Rencana pemerintahan SBY-JK memecah Depperindag menjadi kementerian industri dan kementerian perdagangan diharapkan bisa membuat kementerian tersebut menjadi lebih efektif dan efisien mengingat dalam kementerian Rini Soewandi fokus utama yang diperhatikan adalah perdagangan saja. Sedangkan perindustriannya kurang diperhatikan.Hal ini disampaikan Asisten Menko Perekonomian Dipo Alam saat dicegat wartawan di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (19/10/2004)."Saya berharap pemisahan itu akan menjadi lebih efektif dan efisien. Memang yang paling menonjol saat ini adalah aspek perdagangan daripada industri. Tetapi konsep pemikiran saya seyogyanya Depperindag mendapat dukungan dari sain dan teknologi seperti BPPT yang bersifat manufaktur," kata Dipo Alam.Dukungan sain dan teknologi ini terjadi di banyak negara seperti Australia, Inggris dan Kanada yang menamakannya sebagai Departeman Saintis dan Industri.Masuknya teknologi dan sain dinilai penting terutama untuk mendorong industri kecil yang inovatif seperti elektronik. "Sedangkan untuk sisi perdagangannya saya pikir seperti US Trade. Mungkin di perindustrian Ditjen Perdagangan Luar Negeri masih bisa dibawahnya. Sementara Ditjen Kerjasama Internasional sebagai trade representative setingkat menteri yang lebih fleksibel dimana didalamnya ada BPEN. Tapi saya tidak tahu bagaimana karena presiden yang mempunyai kebijakan. Tapi saya yakin mudah-mudahan akan lebih fokus terutama di perindustrian untuk penyerapan tenaga kerja yang selama ini kurang fokus," paparnya.Menurut Dipo Alam, Menperindag saat ini Rini M Soewandi lebih banyak fokus pada sektor perdagangan terutama untuk kebijakan-kebijakan yang bersifat rente. Karena itu menurutnya hal itu bisa diimbangi oleh sektor perindustrian yang dilengkapi sain dan teknologi mengingat departemen ini membina industri kecil di dalam negeri."Pokoknya isu deindustrialisasi harus segera diatasi untuk diarahkan pada industrialisasi lagi," katanya.Saat ditanya dengan pemecahan kementerian tersebut apakah akan ada penambahan dirjen baru, Dipo Alam mengatakan kemungkinan tidak karena masalah itu bisa di-streamline-kan saja.Ketika disinggung kementerian industri apakah akan lebih fokus pada penyerapan tenaga kerja, Dipo Alam hanya mengatakan pertama yang harus dilakukan menteri di bidang ini adalah meningkatkan orientasi ekspor agar menarik investasi dan tenaga kerja sehingga bisa menciptakan industri padat karya.Sedangkan mengenai kemungkinan hilangnya sinergi antara industri dan perdagangan menurutnya hal itu bisa dijembatani oleh kantor Menko Perekonomian atau Wapres yang juga dari kalangan pengusaha. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads