Track Record Menteri Ekonomi Jelek, Reaksi Pasar Negatif
Selasa, 19 Okt 2004 14:30 WIB
Jakarta -
SBY-Kalla diminta tidak mengabaikan begitu saja keberatan atau penolakan masyarakat terhadap kandidat menteri bidang ekonominya. Pasalnya, track record yang buruk akan menimbulkan reaksi buruk dari para pelaku pasar."Hal ini akan berimbas pada pergerakan IHSG dan nilai tukar rupiah," kata Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM), Ismed Hasan Putro, dalam konferensi pers di Rumah Makan Sate House, Menteng, Jakarta, Selasa (19/10/2004)."Kalau dwitunggal SBY-Kalla menempatkan individu, representasi lembaga atau partai politik yang dianggap bermasalah akan menimbulkan tidak efektifnyapemerintah, yang pada akhirnya juga akan menimbulkan reaksi negatif dari pelaku pasar," jelas Ismed.Ismed mengatakan, semua itu akan berujung pada kinerja pemerintahan SBY. Menurut Ismed, jika para pelaku pasar bereaksi negatif, kinerja pemerintahan SBY-Kalla tidak akan berjalan dengan baik. "Dan tidak ada waktu bagi kebinet dan pasangan SBY-Kalla untuk belajar memerintah," tegasnya.Ismed juga menegaskan, SBY sebaiknya tidak melantik para anggota kabinetnya sebelum melalui proses pemeriksaan kekayaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini sebagai wujud keinginan terbentuknya pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
(djo/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































