Teleconference, Warga Aceh Minta SBY Hidupkan AAF dan KKA
Selasa, 19 Okt 2004 18:45 WIB
Jakarta - Teleconference SBY dengan sebagian perwakilan masyarakat di Aceh, Selasa (19/10/2004) hanya berlangsung sekitar 5 menit. Dalam perbicangan jarak jauh itu, perwakilan dari Aceh meminta SBY kembali menghidupkan dua industri besar di Lhokseumawe, Aceh Utara, pabrik pupuk Aceh Asean Fertilizer (AAF) dan pabrik Kertas Kraft Aceh (KKA).Bertindak sebagai juru bicara masyarakat Aceh adalah Tengku M.Nur Hasballah. Ulama dari Pidie ini meminta SBY menyelesaikan konflik di Aceh dengan cara damai dan komprehensif. SBY juga diimbau untuk lebih memperhatikan nasib para pengangguran di Aceh yang membludak, khususnya setelah pemerintah menutup PT AAF dan PT KKA."Pengangguran di Aceh meningkat, jadi mohon bapak untuk membuka lapangan pekerjaan dan kembali menghidupkan AAF dan KKA guna menanggulangi jumlah pengangguran," pintanya.Nur Hasballah menambahkan, sekitar 80 persen pemilih di Aceh memilih SBY menjadi presiden pada Pilpres. Jadi, sambungnya, diharapkan SBY memperhatikan nasib rakyat Aceh.Pertemuan teleconference yang digelar di ruang studio UPND/Telkom Banda Aceh, Jl.Tengku Daud Beureueh, Banda Aceh. Acara itu juga dihadiri oleh perwakilan lembaga mahasiswa, aktivis mahasiswa, LSM dan ulama.
(djo/)











































