Diakui kontraktor proyek ini yaitu PT Wijaya Karya Tbk (Wika), pengerjaan serta mobilisasi alat dan material paket proyek bawah tanah MRT ini akan dilakukan dengan melihat aspek lalu lintas jalan di atasnya, sehingga kemacetan di jalur protokoler Jalan Sudirman bisa diminmalisir.
Wika yang menggandeng Shimitsu Kobayashi dan PT Jaya Konstruksi dalam pengerjaan proyek ini mengakui, sedikit gangguan lalu lintas akan terjadi, namun hal tersebut dicegah dengan penerapan manajemen lalu lintas (traffic management) selama proyek berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Natal menjelaskan, nantinya sebagian besar pekerjaan dilakukan di bawah tanah. Tetapi untuk mobilisasi material dan peralatan, akan dirancang pada satu titik sehingga bisa meminimalkan kemacetan.
"Kita nggak bisa kerja langsung, kita susun traffic management supaya lalu lintas tidak terpengaruh. Itu pekerjaan tunnel (eerowongan) tidak sepanjang jalan (bawah tabah) ada alat kontruksi. Mobilisasi alat, ada alat yang masuk, material yang masuk, tidak semua jalur ditutup," ujarnya.
Dihubungi secara terpisah, pemenang proyek MRT rute bawah tanahnya lainnya yakni PT Hutama Karya (Persero) juga telah melakukan hal serupa. Hutama Karya yang menggandeng Sumitomo Mitsui menjamin lalu lintas di atas proyek MRT rute bawah tanah berjalan lancar. Hutama Karya akan menggarap 2 stasiun dan jalur MRT bawah tanah dari Dukuh Atas menuju Bundaran HI atau berada di atas Jalan Jenderal Sudirman.
"Jadi 30 meter di bawah tanah. Itu kalau alat-alat masuk, bisa dikerjakan 24 jam. Kalau supply (alat dan material) pasti traffic management disusun. Bagaimana mengatur traffic management. Traffic pasti didiskusikan dengan pihak terkait, bagaimana supply alat dan material. Mungkin pekerjaan ada malam untuk mobilisasi alat," kata Corporate Secretary Hutama Karya Ari Widyantoro.
Seperti diketahui, terdapat dua konsorsium yang berhasil lolos untuk mengerjakan proyek MRT, pertama yang dimenangkan konsorsium Shimitsu Kobayashi, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Jaya Konstruksi untuk mengerjakan dua paket bawah tanah (underground) dari Al Azhar sampai Dukuh Atas.
Sedangkan konsorsium kedua, paket bawah tanah (underground) dimenangkan oleh Sumitomo Mitsui dengan PT Hutama Karya (Persero) mengerjakan satu paket dari Dukuh Atas sampai Bundaran HI.
(hen/dnl)











































