Pemerintah dan DPR sepakat memberikan dana kompensasi untuk rakyat miskin Rp 21,8 triliun termasuk di dalamnya Bantuan langsung sementara masyarakat (Balsem). Dana tersebut diberikan pasca kenaikan harga BBM subsidi, yaitu premium jadi Rp 6.500/liter dan solar Rp 5.500/liter.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Ahmadi Noor Supit mengatakan kompensasi yang telah disetujui untuk rakyat miskin adalah:
- Bantuan langsung sementara masyarakat (Balsem) Rp 150 ribu/bulan selama 4 bulan, dengan total anggaran Rp 9,3 triliun
- Anggaran tambahan beras miskin (Raskin) Rp 4,3 triliun
- Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebesar Rp 7,5 triliun
- Program Keluarga Harapan sebesar Rp 700 miliar
Ahmadi mengatakan, anggaran 'Balsem' dipangkas dari pengajuan pemerintah Rp 150 ribu/bulan selama 5 bulan menjadi 4 bulan. Karena efek kenaikan harga BBM diperkirakan hanya 3 bulan. Total dari semua anggaran kompensasi itu mencapai Rp 28,1 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana penghematan anggaran 'Balsem' sebesar Rp 2,3 triliun, menurut Ahmadi, akan diarahkan untuk pembangunan infrastruktur pedesaan Rp 1,2 triliun. Selain dialihkan untuk perbaikan infrastruktur pedesaan, dana hasil penghematan ini juga dialihkan untuk memenuhi permohonan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang selama ini belum terealisasi.
Dikatakan Ahmadi, dia yakin RAPBN Perubahan (RAPBN-P) 2013 akan disahkan dalam rapat paripurna DPR 17 Juni 2013 sesuai dengan target pemerintah.
(dnl/hen)










































