Miranda: Kenaikan Harga Minyak Tak Pengaruhi Moneter
Rabu, 20 Okt 2004 13:01 WIB
Jakarta -
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom menyatakan bahwa kenaikan harga minyak dunia yang saat ini dikisaran US$ 53 per barel tidak akan langsung berpengaruh ke moneter Indonesia. Kecuali terdapat lonjakan stok utang."Memang betul akan berat bagi moneter. Tapi tentunya tidak akan langsung terpengaruh. Keculia jika terjadi peningkatan stok utang luar negeri," kata Miranda Goeltom di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/10/2004).Meski demikian, lanjut Miranda, sepanjang sejarah yang ada kenaikan harga minyak dunia tidak akan berpengaruh pada stok utang. "Dugaan saya kita tidak punya sejarah utang yang seperti itu," ungkapnya.Menurut Miranda, pemerintah tentunya akan terus melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia jika harga minyak melambung. Namun, lanjutnya, jika harga minyak melambung maka masalah juga akan dialami oleh negara-negara lain tidak hanya Indonesia."Jadi kita harus lihat dulu dan itu akan ditangani tidak dengan satu cara melainkan dengan berbagai cara," tegasnya.
(san/)










































