Miranda: Tak Fair Hanya Beri Waktu 100 Hari kepada SBY

Miranda: Tak Fair Hanya Beri Waktu 100 Hari kepada SBY

- detikFinance
Rabu, 20 Okt 2004 14:05 WIB
Jakarta - Deputi Gubenur Senior Bank Indonesia Miranda Gioeltom menegaskan tidak fair kalau presiden terpilih SBY hanya diberi kesempatan 100 hari dalam melaksanakan kebijakannya. Pasalnya untuk bisa mendapatkan hasil dari kebijakan yang dikeluarkannya dibutuhkan waktu sekitar setahun."Jadi rasanya kurang fair kalau dilihat 100 hari. Mungkin kalau rencana bisa 100 hari, kalau hasilnya baru setelah satu tahun. Meski tidak ada yang 100 persen diterima pasar tapi yang penting ada prinsip dasar untuk good governance," kata Miranda Goeltom disela-sela pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla menjadi presiden dan wakil presiden periode 2004-2009 di di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/10/2004).Oleha karena Miranda menilai presiden dan kabinetnya perlu diberi waktu. Menyangkut kabinet, sejauh ini menurut Miranda pemikiran presiden cukup bagus dan mendapat sambutan positif ke pasar."Memang yang ditunggu sekarang tinggal susunan kabinet. Dugaan saya hampir semua anggota kabinet khususnya ekonomi bisa diterima pasar. Jadi tinggal dilihat apakah mereka membuahkan hasil ataukah tidak," katanya.Miranda lantas mencontohkan ekonom CSIS Marie Pangestu yang disebut-sebut akan menjadi menteri perdagangan. Menurutnya, Marie Pangestu meski sejauh ini belum memiliki pengalaman menjadi menteri, namun karena sangat profesioanal dipastikan akan dapat mencari pembantu yang kuat."Profesional berarti mampu mengarahkan dan menghasilkan sesuatu. Jadi jangan bersifat prejudice," tegasnya. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads