"Penduduk miskin akan berada relatif aman dan tidak akan ada pertambahan orang miskin baru," kata Chatib dalam konfrensi pers terkait APBN Perubahan 2013 di Gedung Djuanda Kemenkeu, Jakarta, Selasa (18/6/2013)
Chatib menjelasakan, rencana kenaikan akan membuat harga premium menjadi Rp 6.500 dan solar Rp 5.500 akan menyebabkan ada penmambahan orang miskin sebesar 4 juta jiwa. Hal ini terjadi jika tak ada skema-skema kompensasi bagi keluarga miskin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah menyiapkan kompensasi sebagai mitigasi atau pencegahan. Salah satunya adalah Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (Balsem/BLSM) yang diberikan selama 4 bulan setelah kenaikan BBM diputuskan. Balsem ditujukan kepada 15,5 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) sebesar Rp 150.000 per bulan.
"BLSM diberikan 15,5 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) . Itu 25% dari penduduk dengan garis kemiskinan terendah. 1 rumah tangga itu terdiri dari 4 orang, maka totalnya adalah kalau dikali empat sama dengan 62 juta jiwa," jelasnya.
Artinya menurut Chatib, 4 juta orang miskin itu akan terbantu dengan Balsem. Sebab, ruang lingkup yang pemerintah berikan lebih dari sekedar kompensasi Balsem. "Kalau 4 juta itu yang kena tapi yang diberikan kan 62 juta, jadi cukup besar," sebutnya.
Setelah pemberian Balsem, pemerintah akan menambah kompensasi seperti Beras Miskin (Raskin), Program Keluarga Harapan (PKH), Infrastruktur Dasar dan Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan lainnya.
"Kita akan memberikan mereka makan dulu sebelum nantinya mereka bisa bekerja," pungkasnya.
(hen/hen)











































