"Kalau bisa Pak Chatib blusukan deh ke daerah-daerah yang tertinggal. Siapa tahu menjadi calon presiden juga bisa," kata Anggota Komisi XI DPR Melchias Marcus Mekeng rapat kerja dengan pemerintah terkait kebijakan fiskal dan asumsi makro RAPBN 2014 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/6/2013).
Langkah tersebut menurut Melchias dapat membuka langkah pemerintah sebelum menentukan postur anggaran. Terutama untuk anggaran yang akan disalurkan ke daerah. Baik itu Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya yang dilakukan pemerintah itu harus mempunyai terobosan untuk daerah tertinggal. Tadi BPS menyampaikan Papua lebih tinggi. Yang paling tinggi itu daerah yang ada di pertanian. Apa kebijakan pemerintah?" tanya Melchias.
Ia meminta pemerintah tidak hanya melakukan penghitungan di atas kertas semata. Di mana, menurutnya secara teori dapat dipahami. Namun, jika melihat kondisi lapangan, target yang diinginkan pemerintah dan DPR itu tidak terwujud.
"Harusnya menteri keuangan membuat sebuah kebijakan. Tanpa itu angka-angka ini hanya sebuah seremonial. Sekali lagi pak menteri. Tolong dibuat sebuah kebijakan," ujarnya.
Chatib Basri Chatib yang hadir saat itu langsung menjawab. Ia mengaku siap blusukan asalkan tidak terlalu sering mengadakan rapat DPR dan Menkeu.
"Bisa Pak, kalau agenda rapatnya tidak terlalu sering," jawab Chatib.
(dnl/dnl)











































