Ini Penampakan Stasiun KRL Pasca Penggusuran dan Rahasia Dirut KAI

Ini Penampakan Stasiun KRL Pasca Penggusuran dan Rahasia Dirut KAI

Wahyu Daniel - detikFinance
Jumat, 21 Jun 2013 07:28 WIB
Ini Penampakan Stasiun KRL Pasca Penggusuran dan Rahasia Dirut KAI
Jakarta - Sejak Desember 2012 sampai Juni 2013 ini PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menertibkan sekitar 4.600 kios di stasiun-stasiun KRL di Jabodetabek. Tujuannya agar ruang parkir lebih luas dan bisa menampung penumpang lebih banyak.

Direktur Utama KAI Ignasius Jonan mengatakan, penertiban kios-kios pedagang ini dilakukan agar target penumpang KRL 1,2 juta per hari bisa tercapai, dari jumlah saat oini 400 ribu-500 ribu penumpang per hari.

"Nanti sebelum puasa, semua pelebaran dan pembangunan stasiun KRL ini akan selesai. Karena tidak boleh mengganggu aktivitas penumpang saat puasa nanti," ujar Jonan kepada detikFinance, Jumat (21/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada sekitar 60 stasiun KRL di Jabodetabek yang ditertibkan dari kios-kios ini. KAI tidak memperpanjang kontrak kios-kios tersebut karena untuk menampung jumlah penumpang yang makin banyak.

"Selain itu juga agar sistem tiket elektronik (e-ticketing) bisa terlaksana," kata Jonan. Selain itu, ujarnya, penertiban kios-kios juga dilakukan di luar pagar stasiun untuk menekan kemacetan yang seringkali terjadi.

Apa yang menjadi rahasia Jonan sehingga berani menggusur kios-kios yang puluhan tahun sudah berada di stasiun-stasiun tersebut? "Rahasianya tidak boleh ada yang bermain," tegas Jonan.

Berikut penampakan beberapa stasiun KRL di Jabodetabek pasca penggusuran yang terjadi:

1. Stasiun Citayam

Sejak akhir Desember 2012, sebanyak 98 kios telah dibongkar dari stasiun ini. Sebanyak 50 kios ada di dalam peron dan 48 ada di luar peron. Mulai 10 Februari 2013 saat pembongkaran selesai, mulai dibangun sistem tiket elektronik di stasiun tersebut.

2. Stasiun Depok Baru

Terlihat kondisi stasiun Depok Baru lebih luas sehingga bisa menampung penumpang lebih banyak lagi. Kios-kios di dalam peron digusur oleh KAI sehingga peron bisa lebih luas. Untuk stasiun Depok Baru peleberan peron sudah selesai dilakukan. "Peron di Stasiun Depok Baru lebih lebar sekarang," ujar Direktur Utama KAI Ignasius Jonan.

3. Stasiun Bojong Gede

Kios-kios di luar pagar peron stasiun ini terlihat telah digusur rata oleh KAI. Lokasi yang digusur akan dijadikan lapangan parkir oleh KAI, sehingga para penumpang bisa memarkir kendaraannya dengan nyaman. Selain itu, kondisi stasiun bakal lebih teratur dan memuat lebih banyak penumpang.

4. Stasiun Bekasi

Stasiun Bekasi saat ini terlihat lebih luas dan rapi. Semua kios-kios di stasiun ini telah digusur dan telah dipasang gerbang tiket elektronik. Parkiran di stasiun ini juga lebih luas sehingga bisa menampung jumlah penumpang yang lebih banyak.

5. Stasiun Depok

Terlihat pasca penggusuran sedang dibangun parkiran baru dan juga loket-loket tiket baru di stasiun tersebut. Kios-kios di dalam dan luar peron ini telah digusur habis untuk bisa memberi ruang yang lebih besar kepada penumpang yang jumlahnya makin meningkat.

6. Stasiun Bogor

Kios-kios di Stasiun Bogor digusur habis dan dijadikan area parkir yang lebih luas. Seperti terlihat di gambar, saat ini kapasitas parkiran bisa menampung 300 mobil dan 1.800 motor.

7. Stasiun Pondok Ranji

Terlihat motor-motor terparkir rapi di stasiun tersebut. Sebelumnya tempat motor-motor tersebut berdiri merupakan kios-kios yang akhirnya telah digusur oleh KAI sehingga kondisi stasiun menjadi lebih baik dan menampung banyak penumpang dan kendaraannya.
Halaman 2 dari 8
(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads