Tol Atas Laut di Bali Sudah Rampung 100%

Tol Atas Laut di Bali Sudah Rampung 100%

Zulfi Suhendra - detikFinance
Jumat, 21 Jun 2013 14:04 WIB
Tol Atas Laut di Bali Sudah Rampung 100%
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Konstruksi tol atas laut pertama Indonesia yang berada di Bali sudah mencapai 100%. Saat ini, proyek tersebut masuk tahap penyelesaian akhir. PT Jasa Marga Bali Toll mengaku siap melakukan uji kelaikan pada 25 Juli nanti.

Direktur Utama PT Jasa Marga Bali Toll Tito Karim mengatakan, saat ini tahapan proyek tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Tanjung Benoa tersebut sudah memasuki tahap serah terima dengan kontraktor yang akan selesai pertengahan Juli nanti, kemudian diteruskan oleh uji kelaikan jalan tol oleh beberapa instansi.

"Iya sudah 100%, sekarang sedang finishing. Sedang dilakukan serah terima dengan kontraktor. Setelah itu pertengahan Julinanti diperiksa kelaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum," ujar Tito saat dihubungi detikFinance, Jumat (21/6/2013),

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal yang sama dikemukakan oleh Public Relation Officer PT Jasa Marga Bali Toll Drajad H Suseno. Menurutnya, proses PHO atau Provisional Hand Over (serah terima) dilakukan sejak 19 Juni kemarin, dan diperkirakan akan selesai pada 18 Juli 2013 nanti.

"Panitia PHO itu melaksanakan kunjungan pertama meneliti 19 Juni kemarin. Kan harus diteliti mana yang kurang. Kunjungan terakhir itu diperkirakan tanggal 27 Juni. Setelah 3 minggu dari itu kira-kira 18 Juli," kata Drajad.

Saat ini, kata Drajad, proses finishing meliputi penyelesaian 3 gerbang tol, dan lain-lain sedang dilakukan. "Atapnya saja, tinggal diselesaikan," katanya.

Dikatakan Drajad, setelah melewati proses tersebut, pihak dari Jasa Marga Bali Toll siap melakukan uji kelaikn tolnya oleh pemerintah pada 25 Juli.

"Kita baru siap uji laik fungsi tanggal 25 Juli 2013. Pengujian itu lama waktunya tergantung. Nanti melibatkan Kementerian PU, Kementerian Perhubungan dan Kepolisian. Kami siap tanggal 25 Juli, nanti tergantung mereka mau kapan uji kelaikannya, yang pasti kami siap dari 25 Juli," papar Drajad.

Seperti diketahui, susunan kepemilikan proyek tol ini meliputi Jasa Marga sebesar 60%, PT Pelindo III sebesar 20%, PT Angkasa Pura I sebesar 10%, PT Wijaya Karya Tbk (Wika) sebesar 5%, PT Adhi Karya Tbk sebesar 2%, PT Hutama Karya Tbk sebesar 2%, dan PT Pengembangan Pariwisata Bali sebesar 1%.

Sedangkan keikutsertaan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam kepemilikan saham sedang dalam proses. Kami berharap skema sinergi BUMN dan Pemerintah Daerah ini dapat dilanjutkan untuk proyek-proyek infrastruktur komersial lainnya, sehingga tidak memberatkan APBN sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Tol atas laut ini rencananya dibuat untuk melayani jalur transportasi pertemuan KTT APEC pada Oktober 2013 nanti.

(zlf/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads