Buruh beralasan kenaikan upah perlu dilakukan, karena kenaikan harga BBM subsidi akan membuat harga kebutuhan naik, dan gaji buruh tidak mencukupi.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, permintaan buruh berlebihan. Menurutnya tidak hanya buruh yang terkena dampak dari adanya kenaikan harga BBM subsidi tetapi pengusaha juga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofjan mengatakan, belum ada perhitungan besaran tingkat kenaikan upah buruh tahun depan. "Kita melihat kemampuan perusahaan. Kita nanti tentukan di dewan pengupahan dan menentukan inflasi kita lalu dapat angka berapa. Sekarang kita survei dengan para pelaku usaha dan serikat buruh," imbuhnya.
Lalu Sofjan juga berpesan agar buruh bersabar dan tidak selalu menyuarakan tuntutannya melalui demonstrasi. Cara demonstrasi dinilainya tidak produktif dan dapat merugikan pengusaha.
"Saya pikir efeknya adalah tentu apa yang mereka inginkan harus kita pikirkan. Tetapi bekerja dan bekerja saja. Buruh yang mau demo silahkan tetapi kalau yang mau bekerja silakan. Jangan mengganggu yang mau bekerja. Jangan yang tidak mempunyai kepentingan perusahaan itu dia mendemo. BBM itu kita (pengusaha) lebih rugi daripada buruh. Buruh tahunya gajinya cukup selesai. Jangan mengajak teman yang berada di perusahaan itu untuk demo itu tidak baik," jelas Sofjan.
(wij/dnl)











































