Setelah dilantik sebagai menteri keuangan (Menkeu) yang baru 21 Mei 2013 lalu, Chatib Basri mengaku jarang berkantor di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jl Wahidin Raya, Jakarta. Kesibukannya menjelang pengumuman pemerintah menaikkan harga BBM membuat ia harus mondar-mandir balik ke gedung DPR dan Istana Negara membahas APBN Perubahan 2013.
Chatib juga hingga kini masih duduk sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Praktis, kini Chatib harus berbagi waktu berkantor dengan dua jabatan itu.
"Sekarang kan kantor lapangan banteng (Kemenkeu), jangankan BKPM, lapangan banteng saja saya jarang," ujar Chatib di Istana Negara, Jumat (21/6/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak tau saya, Emir bagus dong, tapi ini bukan soal dukung mendukung," katanya.
Ia mengakui di BKPM maupun di Kemenkeu masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan diantaranya untuk menarik sebanyak-banyaknya investasi melalui insentif tax holiday. Saat ini, kriterian yang ketat untuk sebuah perusahaan mendapatkan insentif pajak membuat investor yang layak dapat insentif sangat sedikit, hanya 2 perusahaan saja sehingga perlu ada kriteria yang diperluas bagi calon penerima tax holiday.
"Jadi schemenya nggak perlu diubah, jadi ada dalam aturan yang sama nanti dilihat apa yang bikin orang nggak bisa manfaatin nggak perlu dengan tax holiday baru, coverage diperluas karena itu harus Perpres baru UU baru, mendingan yang udah ada dimanfaatkan," katanya. (hen/dru)











































