Dapet Balsem Rp 150 Ribu, Warga Cengkareng: Nggak Cukup!

Dapet Balsem Rp 150 Ribu, Warga Cengkareng: Nggak Cukup!

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Sabtu, 22 Jun 2013 11:22 WIB
Dapet Balsem Rp 150 Ribu, Warga Cengkareng: Nggak Cukup!
Warga mengantre pembagian Balsem di Kantor Pos Cengkareng Timur, Jakarta Barat (Foto: Feby/detikFinance)
Jakarta - Hari ini, Bantuan Langsung Tunai Sementara (Balsem) tahap awal dibagikan ke 14 kota. Untuk DKI Jakarta, dibagikan hingga ke pelosok kecamatan melalui kantor Pos Indonesia.

Salah satunya ada di Kantor Pos Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Apa tanggapan warga atas bantuan Balsem senilai Rp 150.000 selama 4 bulan ini? Salah satunya Masna, ibu rumah tangga asal Kapuk ini mengaku bersyukur pemerintah memberikan bantuan. Namun diakuinya, bantuan Rp 150 ribu per bulan tidak cukup.

"Nggak cukup, saya warganya banyak ada 6. Bapak kerjanya sebagai hansip sebulan cuma Rp 500 ribu. Saya kerja mencuci dan gosok," ucap Masna kepada detikFinance saat menunggu pembayaran Balsem di Kantor Pos Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Sabtu (22/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diakuinya, uang tersebut akan digunakan membantu membeli kebutuhan pokok seperti beras. Hal senada diungkapkan oleh Mulyadi. Pria paruh baya asal Cengkareng Barat mengatakan akan menggunakan uang tersebut untuk membantu kebutuhan makan keluarganya.

"Nggak cukup, Rp 150 ribu hanya 1 minggu untuk dapur. Dibilang cukup nggak. Kalau untuk beli langsung habis," tambahnya.

Lain hal dengan Dewi. Ibu muda asal Kapuk ini mengaku sangat terbantu dengan Balsem Rp 150 ribu per bulan. Ia pun akan membelanjakan uang tersebut untuk membeli susu bagi anaknya. Saat tiba di kantor Pos, Dewi menjelaskan proses pencairan Balsem sangat cepat.

"Mau beli susu anak terus nambah beli beras," kata Dewi.

Untuk wilayah kantor Pos Cengkareng Timur akan membagikan Balsem kepada 814 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Untuk pengambilan Balsem dimulai dari pukul 08.00-14.00 WIB. Tampak juga petugas Kepolisian ikut membantu mengamankan proses pencairan Balsem.

(hen/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads