Meski BBM Naik, Makan di Warung Padang dan Warteg Bayarnya Masih Sama

Meski BBM Naik, Makan di Warung Padang dan Warteg Bayarnya Masih Sama

Maikel Jefriando - detikFinance
Minggu, 23 Jun 2013 13:02 WIB
Meski BBM Naik, Makan di Warung Padang dan Warteg Bayarnya Masih Sama
Jakarta - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sudah naik sejak Sabtu lalu, dimana premium menjadi Rp 6.500 dan solar Rp 5.500. Tapi ternyata harga makanan di Warung Tegal (Warteg) dan Warung Nasi Padang masih belum berubah.

"Masih biasa belum ada yang naik. Tapi kayaknya yang di pasar juga nggak naik," kata Silfi penjual di warteg kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Minggu (23/6/2013).

Misalnya saja untuk satu porsi nasi dan telur, masih tetap dengan harga Rp 6.000. Kemudian nasi dengan ayam Rp 9.000, nasi dengan ikan Rp 7.000. Sedangkan dengan menu sederhana seperti nasi dan kentang Rp 4.000 kemudian nasi dan sayur Rp 4.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi masih sama belum ada yang berubah," sebutnya.

Ia mengaku belum berencana untuk menaikan harga makanan. Sebab, masih melihat kondisi di harga sembako di pasar, yang saat ini masih terlihat stabil.

"Kita juga belum tahu, paling lihat harga sembako yang di pasar juga. Kan BBM memang sudah naik, tapi disini (makanan) belum pada naik," ujarnya.

Kemudian, berdasarkan pantauan di warung Rumah Makan Padang juga belum menaikan harga. Kecuali untuk daging yang sebenarnya lebih dikarenakan harga daging yang masih tinggi.

"Jadi sekarang harga yang naik itu baru daging. Bukan karena BBM tapi memang dagingnya yang mahal. Kalau BBM tak terlalu ngaruh," kata karyawan RM Padang Sederhana Cikini, Ifal.

Untuk pembelian satu porsi nasi rendang atau nasi dendeng saat ini dikenakan harga RP 18.600 atau naik Rp 1.000 dari sebelumnya. Kemudian nasi kikil dikenakan harga Rp 18.000 atau naik Rp 500. Sop Iga (tanpa nasi) naik Rp 5000 sehingga menjadi Rp 25000. Nasi paru juga naik Rp 1.000, dari Rp 17.000 ke Rp 18.000.

Ifal menuturkan, harga sembako seperti ayam dan yang lainnya di pasar memang sudah naik. Akan tetapi, naiknya belum terlalu signifikan. Hal yang serupa, menurutnya juga terjadi pada menu minuman.

"Jadi kalau yang lain, seperti ayam, telur atau ikan naiknya paling cuma Rp 200 di pasar, jadi belum signifikan," sebutnya.

Rumah Makan Padang selanjutnya yang didatangi detikfinance, juga menerapkan hal yang senada. Ia mengaku masih untung, meski tidak menaikan harga makanan.

"Harga tidak kita naikan. Yang dipasar sudah naik. Tapi namanya juga jualan. Dihitung rugi sih nggak juga. Tetap saja untung," ujar pelayan RM Surya Minang Cikini, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Satu porsi nasi ayam masih dikenakan harga Rp 12.000. Itupun berlaku untuk rendang, dendeng, dan ikan. Kemudian nasi telur dikenakan harga Rp 8.000.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads