INDEF: Mustahil Ada Perubahan Kebijakan Ekonomi

INDEF: Mustahil Ada Perubahan Kebijakan Ekonomi

- detikFinance
Kamis, 21 Okt 2004 10:24 WIB
Jakarta - Susunan kabinet SBY sudah diumumkan dari pagi ini dilantik. Namun, nama-nama menteri menyisakan sejumlah tanda tanya besar. Menteri-menteri ekonomi diperkirakan sangat sulit diharapkan melakukan perubahan kebijakan ekonomi yang mendasar."Saya melihat sangat sulit mengharapkan adanya perubahan kebijakan ekonomi yang mendasar dibandingkan kabinet Megawati. Dari sisi kebijakan tidak akan ada kejutan, sedangkan dari sisi teknis juga banyak yang kurang menguasai," kata Presiden Direktur Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) M Fadhil Hassan kepada detikcom, Kamis (21/10/2004).Menurut Fadhil, sosok Menkeu Jusuf Anwar yang merupakan birokrat tulen dan lama berkarier di departemen keuangan jelas akan meneruskan tradisi-tradisi kebijakan sebelumnya. "Posisi Menko Perekonomian yang dijabat Aburizal Bakrie juga kurang pas karena selama ini Aburizal dikenal sebagai konglomerat yang cukup bermasalah," ungkapnya.Menurut Fadhil Hassan, susunan tim ekonomi SBY yang juga memasukan nama Sri Mulyani Indrawati sebagai Menneg PPN/Kepala Bappenas juga semakin menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi akan tetap bersifat liberal, pro privatisasi, pro penghapusan subsidi. "Jadi orientasi kebijakan ekonominya akan sama dengan kabinet-kabinet sebelumnya," terang Fadhil.Sementara menteri-menteri teknis di bidang ekonomi seperti menteri pertanian, menteri kelautan dan menteri kehutanan sangat mengkhawatirkan. "Mentan Anton Apriantono memang terkenal sebagai peneliti handal di IPB. Tapi beliau belum memiliki pengalaman manajerial selama ini," imbuh Fadhil.Posisi menteri kelautan dan perikanan yang ditempati oleh Freddy Numberi dinilai masih menyimpan kelemahan. Pasalnya, meski Freddy dikenal telah malang melintang diberbagai posisi kunci di instansi TNI namun pengalaman dalam bidang pengelolaan kelautan dan perikanan masih sangat minim."Yang lebih mengkhawatirkan adalah jabatan menteri kehutanan yang dijabat oleh MS Kaban karena berasal dari partai. Meski Kaban sarjana ekonomi, tapi belum pernah sama sekali bersentuhan dengan dunia kehutanan yang saat ini banyak masalahnya seperti HPH dan lainnya," ujar Fadhil.Meski demikian, Fadhil Hassan tetap berharap roda perekonomian bisa berjalan lebih baik. "Tentunya kita saat ini tinggal menunggu langkah konkrit dari masing-masing menteri. Kita perlu memberikan kesempatan mereka untuk membuktikan kinerjanya. Kita bisa lihat pada 100 hari pertama," tegasnya. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads