Pemerintah mulai Sabtu lalu mulai membagikan bantuan langsung sementara masyarakat (Balsem) kepada 15,5 juta keluarga miskin sebagai kompensasi kenaikan harga BBM subsidi. Pembagian Balsem menurut pemerintah lebih tertib.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemberian Balsem saat ini lebih tertib ketimbang bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan pemerintah pada 2005 dan 2008 lalu.
"Dari pantauan kita, jauh lebih tertib dibandingkan 2008 dan 2005. Mengapa lebih tertib? Karena diberitahu jamnya, kapan mengambil dan yang mengambil itu berbeda dengan 2008-2005, karena mereka yang betul-betul memegang kartu yang berhak. Kalau dulu kan kupon, kupon ini bisa dititipkan orang bisa dijualnya dengan orang, sehingga kesan tidak tepat sasarannnya itu tinggi," tutur Hatta di Istana Negara, Jakarta, Seni (24/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari data PT Pos Indonesia, saat ini dana Balsem baru disalurkan kepada 29.000 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Berarti, penyaluran Balsem ini hanya 0,19% dari total masyarakat yang berhak menerima sebanyak 15,5 juta.
Selain soal Balsem, Hatta menyampaikan pantauan harga-harga bahan kebutuhan pokok pasca kenaikan harga BBM subsidi Sabtu lalu. Menurut Hatta, memang ada kenaikan harga karena menjelang puasa dan lebaran. Namun dia ingin kenaikan tidak bersifat spekulasi.
"Menhub telah menetapkan kemarin itu kenaikan tarif angkutan 15 persen. Kenaikan 15 persen itu adalah sangat wajar," kata Hatta.
Namun Hatta meminta kenaikan ini tertib sehingga tidak liar besarannya di lapangan. Pemerintah daerah diminta untuk mengawasi besaran kenaikan tarif angkutan di lapangan.
(dnl/hen)











































