Sofjan Wanandi: Sehari-hari Kita Dagang dengan Dolar Rp 10.000

Sofjan Wanandi: Sehari-hari Kita Dagang dengan Dolar Rp 10.000

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 24 Jun 2013 14:21 WIB
Sofjan Wanandi: Sehari-hari Kita Dagang dengan Dolar Rp 10.000
Jakarta - Harga barang-barang industri mulai dari biskuit, mie instan, sampai air minum kemasan saat ini mengalami kenaikan harga. Namun kenaikan harga bukan karena harga BBM subsidi naik, karena melemahnya rupiah terhadap dolar AS.

"Nggak ada urusan sama BBM, saat ini harga barang industri naik semua bukan karena naiknya harga BBM subsidi," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi ketika ditemui di Kantor Pusat Apindo, Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Senin (24/6/2013).

Dikatakan Sofjan, kenaikan harga barang kebutuhan saat ini lebih banyak karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenaikan kurs yang terus terjadi membuat barang industri mengalami kenaikan harga, karena 30% bahan baku, barang modal masih dipasok dari impor," ucapnya.

Saat ini saja, kata Sofjan, para pengusaha sehari-hari berdagang dengan harga dolar AS sebanyak Rp 10.000.

"Kita sehari-hari dagang itu di atas Rp 10.000 per dolar, BI (Bank Indonesia) memang melakukan intervensi, tapi itu hanya di akhir-akhir penutupan perdagangan, tapi sehari-hari kita dagang Rp 10.500 per dolar," ungkapnya.

Harga barang kebutuhan khususnya dari Industri akan tambah naik kembali jika terjadi kenaikan tarif angkutan cukup tinggi.

"Bisa lebih naik lagi tergantung kenaikan tarif angkutan, akan berpengaruh pada barang-barang yang kita jual, apalagi kalau naiknya sampai 30%," tandasnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads