"Kita tahu posisi Menkeu itu sangat kuat. Sekarang itu malah saya berniat mau mengamandemen kekuasaan bapak. Tapi memang The most powerful man di kabinet itu menteri keuangan," ungkap Andi saat rapat pembahasan Pokok β pokok Kebijakan Fiskal dan Asumsi Makro RAPBN T.A. 2014, di Gedung DPR RI, Senin (24/6/2013).
Ia menyarankan, posisi menteri keuangan di Indonesia berbeda dengan yang terjadi di Amerika Serikat. Dimana di Indonesia dapat menentukan ke arah mana perekonomian negara. Makanya, menjadi sangat berbahaya jika Menkeu adalah orang yang salah.
"Jadi jangan terlalu Financial Market Oriented terlihat pak. Saya ingatkan lah kalau kita harusnya lebih ke rill," sebut Andi.
Sementara itu Anggota Komisi XI Maruarar Sirait juga mengungkapkan hal yang senada. Ia bahkan cukup bersyukur melihat prestasi Chatib Basri yang progresif.
"Saya senang kalau dengan Pak Chatib, baru berapa bulan menjabat sudah bisa satu front dengan komisi XI. Itu bagus," ujarnya pada kesempatan yang sama.
Terlihat, menurut Maruarar dalam penentuan kebijakan royalti untuk batubara. Hanya, saat ini tinggal menunggu kepastian dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Itu kan saat royalti batubara, saya senang pak Chatib sepaham dengan kita untuk penerimaan negara. Tinggal menunggu saja. Kemudian soal space fiskal untuk penambahan anggaran infrastruktur juga sepakat kan," kata Maruarar.
(dru/dru)










































