Namun bagi kalangan pengusaha, kenaikan upah itu tak dibarengi dengan meningkatnya produktivitas kerja buruh.
"Kami berharap Upah Minimum Provinsi (UMP) naik tinggi, daya beli masyarakat juga naik, tapi yang terjadi sebaliknya, upah naik tinggi tapi daya beli tidak membaik," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi ketika ditemui di Kantor Pusat Apindo, Permata Kuningan, Senin (24/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah naik UMP tinggi sekali rata-rata 20%, di Jakarta 40% dan Bogor 70% produktivitas karyawan tidak naik, kan seharusnya dimana-mana gaji naik produktivitas harusnya naik," ujar Sofjan.
Sofjan menegaskan pengusaha lebih memilih untuk memakai mesin dari pada tenaga orang. Alasannya lebih efisien dan tak ada risiko kenaikan harga upah setiap tahun.
"Kan lebih baik pakai mesin dari pada pakai orang, nah pengangguran ini siapa yang akan pakai, seharusnya mereka berpikir disitu," katanya.
(rrd/hen)











































