Sri Mulyani Menjamin Tidak akan Ada Intervensi IMF

Sri Mulyani Menjamin Tidak akan Ada Intervensi IMF

- detikFinance
Kamis, 21 Okt 2004 13:37 WIB
Jakarta - Menneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati menjamin tidak akan ada intervensi dari IMF terhadap kebijakan ekonomi Indonesia meski selama beberapa tahun terakhir dirinya menjabat direktur eksekutif IMF untuk kawasan Asia Pasifik."Saya ini kan seseorang, IMF itu 3.000 orang. Tidak ada satu orang bisa membuat policy dari IMF. Saya juga seorang dari 34 menteri yang diangkat dalam kabinet Indonesia Bersatu. Jadi programnya, saya rasa bukan atas selera pribadi atau satu lembaga," tegas Sri Mulyani usai sertijab dari Kwik Kian Gie di Gedung Bappenas, Jl Taman Suropati, Jakarta, Kamis (21/10/2004).Kebijakan yang akan dibuat menurutnya merupakan keputusan bersama karenanya Sri Mulyani menegaskan tidak akan menanggapi kritikan yang menyudutkannya sebagai orang yang pro-IMF. "Saya hanya ingin bekerja menunjukkan fungsi Bappenas sebagai konsolidasi dan berkonsultasi dengan seluruh jajaran kabinet untuk bisa merencanakan kebijakan-kebijakan yang baik," tandasnya.Berkaitan dengan pengangkatan dirinya menjadai Menneg PPN/Kepala Bappenas, Sri mengaku mendapat beban yang cukup berat dengan tanggung jawab yang luar biasa. Untuk itu dirinya akan berkonsultasi dengan mantan Menneg PPN/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie."Karena itu saya mohon dukungan. Saya tahu di Bappenas berisi banyak orang terbaik. Karena itu saya akan berusaha melakukan apa yang saya bisa supaya Bappenas lebih bermanfaat," katanya.Sementara itu berkaitan dengan tugasnya di Bappenas Sri Mulyani menjelaskan karena saat ini sudah ada UU SPPN (sistem perencanaan pembangunan nasional) maka sesuai dengan fungsinya Bappenas akan menyusun program jangka panjang dan menengah yang bersifat tahunan."Tapi saya rasa, saya tidak bisa mengatakan apa rencana saya karena fungsi Bappenas adalah berkonsultasi dengan departenmen teknis dan kita akan memformulasikan dengan pikiran staf dan berkonsultasi dengan pihak luar untuk kemudian kita terjemahkan sebagai program kerja pemerintah," jelas Sri Mulyani sambil menambahkan dirinya juga akan mengakhiri jabatannya di IMF seiring pelantikannya menjadi menteri.Ditempat yang sama, mantan Menneg PPN/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie menyerahkan sebuah buku yang cukup tebal yang disebutnya sebagai buku memori akhir tugas, dimana dalam buku itu termuat semua kebijakan yang harus dilaksanakan sehingga Bappenas bisa difungsikan sepenuhnya.Mengenai tantang berat yang diemban Menneg PPN/Kepala Bappenas baru, Kwik mengatakan sebagai badan perencanaan Bappenas akan ikut serta mencari jalan keluar dari segala persoalan yang ada. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads