Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 25 Jun 2013 16:20 WIB

Perusahaan Prabowo Menang Rebutan 'Harta Karun' di Kutai Timur

- detikFinance
Jakarta - Kasus perebutan konsesi lahan tambang batubara seluas 10.000 hektar di Kutai Timur antara pihak asing Churchill Mining Plc asal Inggris dengan PT Kaltim Nusantara Coal (KNC) akhirnya dimenangkan KNC yang merupakan perusahaan milik Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto.

Kuasa Hukum KNC Homan Paris mengungkapkan pihaknya memenangkan gugatan hingga ke tingkat peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung.

"Sejak gugatan ditingkat pertama PTUN Samarinda, PTTUN di Jakarta, Kasasi di MA hingga PK semua dimenangkan oleh Kaltim Nusantara Coal," ujar Hotman ketika ditemui di Kantornya Gedung Summitmas Tower I Sudirman, Selasa (25/6/2013).

Dikatakan Hotman, atas kemenangan tersebut Kaltim Nusantara Coal berhak mengelola 'harta karun' di Kutai Timur tersebut.

"Mengapa saya sebut harta karun? karena nilai batubara dari yang digugat oleh Churchill yakni mencapai US$ 1,8 miliar, uang sebanyak itu kalau dimiliki oleh orang Indonesia, dia akan menjadi seorang konglomerat terkaya di Indonesia," ujar Hotman.

Atas kekalahan ini, pihak Churchill yang di Indonesia menggunakan nama PT Ridlatama Tambang Mineral, PT Ridlatama Trade Powerindo, PT Investmine Nusa Persada dan PT Investama Resources melakukan gugatan Arbitrase di ICSID Singapura.

"Pihak Churchill tidak menerima dan menggugat pemerintah Indonesia atas kerugian telah kehilangan izin usaha pertambangan dengan nilai US$ 1 miliar di Arbitrase Internasional "International Center For Settlement Of Investment Dispute" di Singapura," kata Hotman.

Ketika ditanya PT Kaltim Nusantara Coal milik siapa? sambil berbisik Hotman bahwa perusahaan tersebut milik pengusaha nasional Prabowo Subianto ."Punya Prabowo," ungkap Hotman.

Dikutip dari www.prabowosubianto.info, tercatat PT Kaltim Nusantara Coal (KNC) adalah anak perusahaan Nusantara Energy, didirikan pada tahun 2005 dan telah memiliki hak konsesi meliputi area seluas 60.000 pertambangan batubara di Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur. Potensi cadangan pertambangan diperkirakan sebesar 6 miliar BT, jumlah yang juga diajukan oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Nusantara Energy mengoperasikan tambang-tambangnya melalui beberapa subsidiari antaralain Erabara Persada Nusantara, Nusantara Wahau Coal, Nusantara Kaltim Coal, Batubara Nusantara Coal, Kaltim Nusantara Coal, Nusantara Santan Coal dan Nusantara Berau Coal.



(rrd/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com