Menkeu Jusuf Anwar Upayakan Penghapusan Commitment Fee

Menkeu Jusuf Anwar Upayakan Penghapusan Commitment Fee

- detikFinance
Kamis, 21 Okt 2004 15:55 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan Jusuf Anwar mengatakan prioritas jangka pendek dalam rangka menutup defisit anggaran adalah dengan mengupayakan penghapusan commitment fee sebesar 0,75 persen dari undisbursement loan. Menurut Jusuf selama ini commitment fee dinilai membebani karena harus dibayar meskipun pinjaman tidak ditarik."Kalau kita mampu atau bisa dan ADB mau menetralisir berarti fee akan hilang dan ini akan saya lakukan juga dengan lembaga multilateral lainnya. Ini salah satu usaha konkrit yang kelihatannya workable," kata Jusuf Anwar dalam jumpa pers usai sertijab di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (21/10/2004).Mengenai defisit anggaran, Jusuf mengatakan bahwa untuk tahun 2004, setiap orang merasa nyaman dengan tingkat defisit yang hanya 1,3 persen dan tahun 2005 yang kurang dari 1 persen. Di negara lain bahkan angka defisit itu lebih buruk.Untuk menutup defisit tersebut salah satunya adalah dengan melakukan efisiensi dan melakukan maksimalisasi yakni dengan meningkatkan penerimaan dan mengurangi pengeluaran.Ada beberapa langkah memperbesar pendapatan dan menekan pengeluaran misalnya bagaimana pemerintah mencoba berkelit dari kewajiban-kewajiban jangka pendek misalnya mulai lagi menggarap usaha swap dan menggalakan efisiensi utang luar negeri yang tidak produktif.Dalam kesempatan itu Jusuf menegaskan bahwa yang menjadi prioritas lainnya adalah bagaimana menciptakan iklim yang nyaman kepada para pengusaha agar bisa melakukan usaha yang nyaman di Indonesia.Sementara mantan Menkeu Boediono dalam kesempatan itu menyerah memorandum yang berisi sejumlah hal yang sudah dicapai dan hal-hal yang perlu dikerjakan terkait departemen keuangan.Boediono berpesan agar proses reformasi manajemen keuangan negara, ketahanan fiskal yang berkelanjutan dan pengelolaan utang luar negeri jangan diarahkan untuk mengurangi beban APBN diharapkan tetap menjadi agenda utama Depkeu.Jusuf Anwar menanggapi hal itu mengaku siap untuk melakukan agenda utama dengan mengedepankan disiplin keuangan negara.Sebelum menjabat menkeu, Jusuf Anwar pernah menduduki jabatan Direktur Eksekutif ADB tahun 2000-2004, Ketua Bapepam 1998-2000, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan 1995-1998 dan Sekjen Depkeu 1993-1995. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads