Sepekan terakhir harga cabai di tingkat konsumen terutama cabai rawit melonjak 100% dari harga normal Rp 20.000 per Kg menjadi Rp 40.000-45.000 per Kg. Penyebabnya suplai dari petani cabai berkurang karena cuaca ekstrem yang melanda sentra-sentra cabai di Jawa dan luar Jawa.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Dadi Sudiana kepada detikFinance, Rabu (26/6/2013)
"Memang kurang, karena cuaca ekstrem penyakit merajalela, penyakit cabai itu patek jadi busuk. Awal Juni sempat hujan tinggi," kata Dadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan pada masa paceklik saat ini produksi cabai bisa merosot tajam. Biasanya ketika tak ada gangguan, dalam satu hamparan lahan cabai 1 hektar bisa menghasilkan 12 ton sedangkan ketika masa paceklik terkena cuaca ekstrem bisa mencapai 3 ton saja.
"Biaya produksi cabai di tingkat petani kalau masa normal Rp 4.000-6.000 per Kg. Kalau kena penyakit bisa Rp 12.000 per Kg, kalau hanya jual Rp 12.000 nggak akan untung, ini kalau gagal panen," katanya.
Sentra cabai di Indonesia antara lain ada di Jawa seperti Banyuwangi, Jember, Lumajang dan Kediri. Sementara itu, di luar Jawa ada di Sumatera Utara. (hen/dnl)











































