Managing Director US Chamber of Commerce (KADIN AS) untuk Indonesia, Andrew White menjelaskan perusahaan asal AS yang telah dan akan masuk ke RI menghadapi berbagai macam peraturan dan perizinan.
Bahkan, perusahaan AS yang beroperasi di Indonesia masih sulit memperoleh akses informasi mengenai perizinan atau proses penyusunan regulasi menyangkut investasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain perizinan, perusahaan asal AS menurutnya melihat adanya hambatan di sektor infrastruktur saat masuk ke Indonesia. Namun diakuinya, infrastruktur malah akan berkembang saat perusahaan seperti Chevron masuk ke daerah.
"Kebanyakan perusahaan dari Amerika investasi di Indonesia untuk manufaktur. Tantangan saat ini adalah infrastruktur. Kita harus kerja keras untuk menciptakan infrastuktur. Infrastruktur akan muncul ketika Exxon atau Chevron membangun fasilitas," tambahnya.
(hen/ang)










































