Direktur Jenderal Basis Industri dan Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengungkapkan peringkat daya saing Indonesia tiap tahunnya terus menurun.
"Peringkat daya saing industri kita terus menurun, 2011 peringkat kita dengan negara-negara Asia secara global lainnya ada diperingkat 44, tahun 2012 malah turun ke posisi 46," ucap Panggah ketika ditemui di Seminar Harga Komersial Gas Bumi Yang Tepat Guna Bagi Industri, di Kantor Kementerian Perindustrian, Jumat (28/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia masih lebih unggul daya saingnya dengan India yang diperingkat 56, Vietnam diurutan 65, Filipina 75 dan Kamboja urutan 97," ungkap Panggah.
Menurut Panggah, untuk bisa bersaing dengan negara-negara ASEAN khususnya pada AEC 2015 nanti, yang harus dilakukan Indonesia adalah memperkuat industri-industri dalam negeri.
"Salah satu caranya adalah menjamin ketersediaan energi dan bahan baku," ungkapnya.
Menurutnya jika industri dalam negeri dicekoki dengan pasokan energi dan bahan baku mentah yang cukup, pasti akan berkembang pesat dan bisa memberikan pendapatan besar bagi negara.
"Kuasai semua energi dan bahan baku yang dihasilkan dari perut bumi Indonesia, kurangi impor gas, LNG, bauksit, batubara, gunakan sendiri, walau pendapatan negara berkurang dari menjual gas, bauksit, mineral lainnya, tapi negara akan lebih dapat banyak dari sektor non migas, saya yakin itu bisa," tandasnya.
(rrd/hen)










































