Daya Saing Terus Turun, RI di Bawah Singapura & Malaysia

Daya Saing Terus Turun, RI di Bawah Singapura & Malaysia

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 28 Jun 2013 12:03 WIB
Daya Saing Terus Turun, RI di Bawah Singapura & Malaysia
Jakarta - Mampukah Indonesia bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya? kanyataannya peringkat daya saing Indonesia terus turun. Apalagi mulai Desember 2015 akan diberlakukan ASEAN Economic Community (AEC) atau masyarakat ekonomi ASEAN.

Direktur Jenderal Basis Industri dan Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengungkapkan peringkat daya saing Indonesia tiap tahunnya terus menurun.

"Peringkat daya saing industri kita terus menurun, 2011 peringkat kita dengan negara-negara Asia secara global lainnya ada diperingkat 44, tahun 2012 malah turun ke posisi 46," ucap Panggah ketika ditemui di Seminar Harga Komersial Gas Bumi Yang Tepat Guna Bagi Industri, di Kantor Kementerian Perindustrian, Jumat (28/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Panggah, peringkat daya saing Indonesia masih jauh di bawah Singapura yang berada di peringkat 2, Jepang di urutan 9, Hong Kong diurutan 11, Taiwan urutan 13, Malaysia diurutan 21, Korea Selatan diurutan 24, China urutan 26 dam Thailand urutan 39.

"Indonesia masih lebih unggul daya saingnya dengan India yang diperingkat 56, Vietnam diurutan 65, Filipina 75 dan Kamboja urutan 97," ungkap Panggah.

Menurut Panggah, untuk bisa bersaing dengan negara-negara ASEAN khususnya pada AEC 2015 nanti, yang harus dilakukan Indonesia adalah memperkuat industri-industri dalam negeri.

"Salah satu caranya adalah menjamin ketersediaan energi dan bahan baku," ungkapnya.

Menurutnya jika industri dalam negeri dicekoki dengan pasokan energi dan bahan baku mentah yang cukup, pasti akan berkembang pesat dan bisa memberikan pendapatan besar bagi negara.

"Kuasai semua energi dan bahan baku yang dihasilkan dari perut bumi Indonesia, kurangi impor gas, LNG, bauksit, batubara, gunakan sendiri, walau pendapatan negara berkurang dari menjual gas, bauksit, mineral lainnya, tapi negara akan lebih dapat banyak dari sektor non migas, saya yakin itu bisa," tandasnya.

(rrd/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads