"Saya sudah panggil Dirut LEN (BUMN teknologi). Setahun ini harus bereskan persinyalan (peremajaan). Harus bisa. Jangan sama kayak Sang Hyang Sri (BUMN sawah) nggak bisa tanam padi. Sama seperti wartawan nggak bisa tulis berita," ucap Dahlan saat peresmian E-Ticketing & Tarif Progresif KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (1/7/2013).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan menjelaskan, gangguan persinyalan kereta bisa saja hilang 100%. Namun, KAI harus melakukan peremajaan total sistem persinyalan yang telah berusia 25 tahun lebih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persinyalan sendiri berperan vital terhadap perjalanan kereta. Persinyalan merupakan perlindungan kereta yang utama.
(feb/dnl)










































