Neraca Perdagangan RI Kembali Tekor

Neraca Perdagangan RI Kembali Tekor

- detikFinance
Senin, 01 Jul 2013 12:07 WIB
Neraca Perdagangan RI Kembali Tekor
Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia pada bulan Mei 2013 kembali mencatat defisit USD 590,4 juta dengan nilai ekspor sebesar USD 16,07 miliar dan impor sebesar USD 16,66 miliar. Dengan demikian, total defisit perdagangan Januari-Mei menjadi USD 2,53 miliar.

Neraca perdagangan terjadi juga pada bulan April lalu mengalami defisit sebesar USD 1,62 miliar dengan nilai ekspor sebesar USD 14,7 miliar sedangkan impor sebesar USD 16,31 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menyebutkan ekspor bulan Mei tahun ini sebesar USD 16,07 miliar atau mengalami penurunan 4,49% dibandingkan ekspor bulan Mei tahun lalu atau naik sebesar 8,9% dibandingkan ekspor bulan April lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk ekspor migas sebesar naik 17% dari USD 2,45 miliar menjadi USD 2,87 miliar, sementara ekspor non migas USD 13,21 miliar atau naik 7,28 persen dari USD 12,31 miliar pada bulan April 2013.

"Jadi meski turun dibandingkan Mei tahun lalu, tapi masih naik jika dibandingkan bulan April tahun ini," ujar Suryamin dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Senin (1/7/2013).

Total nilai ekspor dari Januari hingga Mei 2013 sebesar USD 76,25miliar atau turun 6,46 persen pada periode yang sama tahun lalu. Ekspor non migas sebesar USD 62,78 miliar atau turun 2,28 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Ekspor terbesar adalah bahan bakar mineral sebesar USD 11,01 miliar dan lemak dan minyak hewan nabati senilai USD 7,97 miliar.

Suryamin menyebutkan pangsa ekspor terbesar adalah ke China yaitu sebesar USD 8,56 miliar, Jepang sebesar USD 6,84 miliar, dan AS sebesar USD 6,26 miliar. Kemudian ekspor ke negara ASEAN sebesar USD 13,09 miliar untuk pangsa pasar sebesar 20,86 persen dan Uni Eropa senilai USD 6,92 miliar dengan pangsa pasar 11,03 persen.

Sementara itu, impor Mei 2013 sebesar USD 16,66 miliar atau turun 2,19 persen dibanding Mei 2012 atau naik 1,22 persen dibandingkan April 2013. Untuk impor migas sebesar USD 3,44 miliar atau turun 5,29 persen dibanding April 2013 sebesar USD 3,63 miliar dan impor non migas sebesar USD 13,23 miliar atau naik 3,06 persen dibandingkan impor April 2013 yang sebesar USD 12,83 miliar.

"Total impor Januari hingga Mei 2013 sebesar USD 78,78 miliar atau turun 1,18 persen pada periode sama tahun lalu dengan impor non migas sebesar USD 60,2 miliar atau turun 2,33 persen pada periode sama tahun lalu," ujarnya.

Impor terbesar adalah Mesin dan peralatan mekanik sebesar USD 11,22 miliar, serta Mesin dan peralatan listrik sebesar USD 7,77 miliar.

Negara asal barang impor terbesar adalah China dengan nilai perdagangan USD 11,87 miliar, Jepang sebesar USD 8,19 miliar, Thailand sebesar USD 4,86 miliar dengan total pangsa pasar ketiga negara tersebut sebesar 41,4 persen.

"Mau bulan puasa banyak yang mau beli kendaraan dari Thailand," ungkapnya.

Sedangkan impor dari negara ASEAN senilai USD 13,19 miliar dengan pangsa pasar 21,91 persen, serta impor dari negara Uni Eropa sebesar USD 6 miliar dengan pangsa pasar sebesar 9,96 persen.

Dengan realisasi perdagangan tersebut, Suryamin menyatakan pada bulan Mei 2013 terjadi defisit sebesar USD 590,4 juta, sehingga secara kumulatif Januari-Mei 2013 terjadi defisit sebesar USD 2,53 miliar.

"Defisit terjadi karena impor migas yang defisit USD 568,6 juta karena ada ada impor hasil minyak yang nilainya sampai USD 1.842,3 miliar," tandasnya.

(nia/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads