"Ada kenaikan dibandingkan minggu lalu 11% dari Rp 18.800 per Kg jadi Rp 20.500 per Kg di tingkat peternak. Para pedagang jual konsumen Rp 35.000 per Kg karena ada susut," kata Ketua Umum Pusat Informasi Pasar (Pinsar)/Asosiasi Peternak Unggas se-Indonesia Hartono kepada detikFinance, Selasa (2/7/2013)
Hartono menegaskan, kenaikan ini sesuatu yang wajar bagi peternak agar tetap mendapatkan keuntungan. Peternak terpaksa menaikkan harga jual karena ada dampak gabungan akibat dari kenaikan bahan baku bibit ayam, harga pakan ternak, menguatnya dolar terhadap rupiah dan kenaikan harga BBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu mengenai pasokan, ia menjamin untuk kebutuhan ayam menjelang Puasa dan Lebaran sangat cukup.
Hartono juga menegaskan harga ayam di tingkat konsumen jika sampai Rp 45.000 ekor terbilang sangat tinggi. Namun ia mengingatkan ada beberapa ayam yang setiap ekornya bobotnya lebih dari 1 Kg.
Seperti diketahui pantauan detikFinance, harga daging ayam di tingkat pasar tradisional terus merangkak naik. Bahkan dalam dua hari terakhir harga ayam mengalami kenaikan sebesar Rp 12.000/ekor.
"Harga daging ayam terus melonjak. Kenaikan harga sudah terjadi di tingkat suplayer ayam, 2 hari terakhir ini sudah naik Rp 12.000/ekor," ungkap Pedagang Ayam Suharto di Pasar Sungai Bambu Jakarta Utara.
Suharto menuturkan posisi harga daging ayam per ekor pada hari Minggu (30/6/2013) masih Rp 33.000/ekor. Kemudian melonjak Rp 7.000 di hari Senin (1/7/2013) dengan harga per ekornya Rp 40.000. Hari ini satu ekor ayam dijual dengan harga Rp 45.000/ekor.
"Ukuran ayamnya juga tidak terlalu besar. Ini bukan naik harganya tetapi ganti harga," imbuhnya.
(hen/dnl)










































