Direktur Komersial dan Investor Relations perseroan Fery Wiraatmadja mengatakan, biasanya perseroan mengalami kenaikan permintaan produk-produknya menjelang puasa dan lebaran.
Untuk tahun ini, dia memprediksi permintaan akan mengalami kenaikan sebesar 20%-30% dibanding bulan-bulan biasanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebutkan, secara total, penjualan barang-barang miliknya menjelang bulan puasa dan lebaran berkontribusi sebesar 12% terhadap total pendapatan perseroan yang selama 3 tahun terakhir mengalami pertumbuhan hingga 32%.
"Secara total kontribusi penjualan jelang puasa dan lebaran 12% dari total pendapatan. Porsi di audio video dan home appliance sekitar 80%," ujarnya.
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak terlalu berdampak pada kinerja perseroan. Namun, pihaknya tetap akan mengekor kenaikan harga BBM terhadap harga jual barang-barangnya pada bulan kedua atau ketiga mendatang.
"Besarannya belum bisa diprediksi ya masih kita hitung-hitung," kata Fery.
Tahun lalu pendapatan perseroan mencapai Rp 1,43 triliun. Laba Bersih Rp 125 miliar, atau setara dengan margin pendapatan bersih sebesar 8,7%.
Berdasarkan data Euromonitor, Electronic City memimpin pasar peritel moderen elektronik dengan pasar 41,5%. Hingga Mei 2013, toko Electronic City telah mencapai 36 toko.
(ang/ang)










































