"Perhubungan udara dalam konteks koneksi di Sumatera Utara adalah Kuala Namu yang harus bisa mengantisipasi lonjakan barang dan jasa juga pergerakan manusia," kata Menteri Kooridinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa saat meresmikan ground breaking Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mankei Simalungun, Sumatera Utara, Rabu (3/7/2013).
Menurut Hatta setiap tahun ada 60 juta penumpang udara domestik maupun mancanegara yang melintasi langit Indonesia. Hatta ingin, Bandara Kuala Namu mengambil keuntungan dari adanya peningkatan jumlah penerbangan di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu untuk perhubungan laut, Hatta berpesan agar Kuala Tanjung mengambil kentungan dari pelayaran yang terus meningkat. Setiap tahun, tidak kurang dari 120 ribu lalu lintas kapal melalui Selat Malaka.
Artinya setiap hari lebih dari 300 kapal melalui Sumatera Utara. Kapal-kapal tersebut mengangkut berbagai barang melayani perdagangan ke Asia Timur seperti China, Jepang, Korea juga ke Asia Selatan seperti India dan Pakistan dan ke Timur Tengah-Afrika dan ke Eropa.
"Gerbang laut yaitu Kuala Tanjung sebagai hub untuk logistik yang bergerak begitu besar. Dua gerbang ini punya arti strategis sehingga kita harus tuntaskan pembangunan ini ke depan," kata Hatta.
(wij/hen)











































