"Jadi ada subtitusi dari konsumsi daging (sapi) ke ayam. Jadi kalau biasanya masak rendang daging sekarang masaknya rendang ayam," kata Bayu Krisnamurti kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (3/7/2013)
Sehingga menurut Bayu, pasokan ayam yang tersedia tidak mencukupi. Pedagang pasar pun lebih memilih untuk menaikkan harga ayam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya Kemendag akan berupaya untuk segera mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya adalah dengan cara menambah pasokan ayam. Sehingga harga ayam bisa turun menjelang bulan Puasa dan Lebaran.
"Kita akan sikapi segera untuk mengatasi itu," ujar Bayu.
Peternak mengakui telah menaikkan harga jual ayam selama sepekan terakhir. Kenaikan harga ayam rata-rata 11% per Kg.
"Ada kenaikan dibandingkan minggu lalu 11% dari Rp 18.800 per Kg jadi Rp 20.500 per Kg di tingkat peternak. Para pedagang jual konsumen Rp 35.000 per Kg karena ada susut," kata Ketua Umum Pusat Informasi Pasar (Pinsar)/Asosiasi Peternak Unggas se-Indonesia Hartono kemarin.
Hartono menegaskan, kenaikan ini sesuatu yang wajar bagi peternak agar tetap mendapatkan keuntungan. Peternak terpaksa menaikkan harga jual karena ada dampak gabungan akibat dari kenaikan bahan baku bibit ayam, harga pakan ternak, menguatnya dolar terhadap rupiah dan kenaikan harga BBM.
(hen/hen)










































