Mashab Tim Ekonomi SBY Tidak Beda dengan Megawati
Sabtu, 23 Okt 2004 12:48 WIB
Jakarta - Kabinet SBY sangat mencerminkan poltik dagang sapi. Tim ekonomi SBY juga menganut mashab yang tidak berbeda dengan tik ekonomi Megawati.Demikian ditegaskan Ketua Umum KPP PRD, Yusuf Lakaseng, kepada wartawan dalam jumpa persnya di Sekretariat PRD, Jl. Tebet Timur Dalam, Jakarta Selatan, Sabtu (23/10/2004)."Kabinet ini sangat menggambarkan kompromi-kompromi yang memperlihatkan politik dagang sapi. Di lihat dari konfigurasinya, kabinet SBY akan menemui kegagalan seperti pemerintahan Mega dalam hal pemberian kesejahteraan bagi rakyat," kata Lakaseng.Khusus untuk tim ekonomi, imbuh Lakaseng, PRD melihat lebih cenderung diisi oleh orang bermasalah dan pro IMF. Mereka, sambung Lakaseng, penganut mashab neo liberal yang pro pasar bebas, liberasi peragangan, dan privatisasi."Kami sangat pesimis janji perubahan yang disampaikan SBY bakal terwujud. Tim ekonomi SBY juga menganut mashab ekonomi yang sama dengan tim ekonomi Mega," tukas Lakaseng."Intervensi dari IMF tetap ada. Sebab semua program recovery ekonomi seperti liberalisasi perdagangan dan privatisasi, itu sebagai hasil kepatuhan pemerintah terhadap program-program tawaran ekonomi IMF. Privatisasi yang serampangan, selain hanya menjual aset negara dengan harga yang murah juga akan mengakibatkan PHK besar-besaran," imbuh Lakaseng.
(djo/)











































