Seorang peternak ayam bernama Agus bercerita kepada Menteri Pertanian (Mentan) Suswono, peternak ayam rugi besar-besaran pada April-Mei 2013 lalu. Rugi para peternak ini mencapai Rp 7.000-Rp 8.000/ekor.
"Pada April-Mei kami rugi besar, karena harga ayam sempat terjun jauh ke Rp 10 ribu/ekor," kata Agus saat dikunjungi Suswono di peternakan ayam rakyat PPUN (perhimpunan Peternak Unggas Nasional) di Desa Tonjong Kecamatan Tajur Halang, Bogor, Jumat (5/7/2013).
Agus mengatakan, saat ini peternak bisa menikmati kenaikan harga dan mengembalikan kerugian yang telah dialami. Sekarang harga ayam hidup di tingkat peternak Rp 24.400/ekor, dari harga impasnya Rp 17.000/ekor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kunjungan tersebut, Suswono mengatakan soal penyebab kenaikan harga ayam. Menurutnya, kenaikan harga ayam adalah karena harga bibit (DOC) naik dari Rp 4.000/ekor menjadi Rp 6.300/ekor.
"Kemudian akibat kenaikan pakan, yang Rp 6.500/kg di tingkat agen menjadi Rp 7.000/kg di tingkat peternak tradisional, itu pengaruh terhadap harga/ Lalu juga kenaikan tarif transportasi karena harga BBM naik," ujar Suswono.
(dnl/hen)










































