"2008, semua jalan tol berhenti karena krisis, mandek. Tahun 2008-2009 itu terjadi krisis kan? pada berhenti semua, investor itu berhenti dulu," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum Achmad Ghani Ghazali kepada detikFinance, di kantornya pekan lalu.
Ghani mengungkapkan, tidak hanya proyek JORR saja yang mandek. Ghani mengatakan, hampir 24 ruas tol yang sedang disiapka pun terhenti karena adanya krisis ekonomi 2008 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ghani juga mengatakan, setelah terjadinya krisis 2008. Prosedur penandatanganan amandemen perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) baru harus ditandatangani kembali pada tahun 2011. Kemudian setelah itu, proyek jalan tol kembali dikerjakan.
"Kita evaluasi lagi sudah masuk, di 2011 tandatangan lagi amandemen dengan yang ada ketentuannya dalam Perpres (peraturan presiden). Abis itu baru bergerak lagi," katanya.
Jika kondisi tersebut tidak terjadi, Ghani optimistis seluruh ruas tol yang molor dan terkendala tersebut bisa beroperasi saat ini. Dipastikan, kondisi kepadatan kendaraan dapat terurai.
"Kalau Indonesia tidak terjadi krisis, jalan tol sudah bisa jadi semua," kata Ghani.
Menurut Ghani, pada saat itu, harga tanah belum begitu mahal dan uang ganti ruginya cenderung bisa terbayarkan dengan lancar. Juga, trase jalan tol yang ada tidak terkendala dengan adanya perumahan atau bangunan yang ada.
"Dulu tanah itu lebih mudah, karena harganya relatif lebih murah. Harga tanahnya masih bisa dibeli, di Selatan itu 2008-2009 itu nggak begitu tinggi, perumahan juga tidak sebanyak sekarang," katanya.
Seperti diketahui jaringan JORR I antaralain tol W1 Penjaringan - Kembangan, JORR W2 Seksi 4 Kembangan - Joglo, JORR W2 Seksi 3 Joglo - Ulujami, JORR W2 Seksi 2 Ulujami - Veteran, JORR W2 Seksi 1 Veteran - Pondok Pinang, JORR S Pondok Pinang - TMII, JORR E1 Seksi 1 TMII - Ceger, JORR E1 Seksi 2 Ceger - Hankam, JORR E1 Seksi 3 Hankam - Jatiasih, JORR E1 Seksi 4 Jatiasih - Cikunir, JORR E2 Cikunir - Cakung, JORR E3 Cakung - Cilincing, JORR N Cilincing - Tanjung-Priok
Sementara itu, aringan JORR II menghubungkan Bandara Soekarno Hatta-Kunciran-Serpong-Cinere-Jagorawi-Cibitung-Cilincing-Tanjung Priok. Meliputi, untuk sisi barat antaralain ruas tol Cengkareng-Kunciran sepanjang 15,2 Km investasi Rp 3,49 triliun, Kunciran-Serpong sepanjang 11,2Km investasi Rp 2,62 triliun, ruas Serpong-Cinere 10,14 Km investasi Rp 2,21 triliun, Cinere-Jagorawi sepanjang 14,6 Km investasi Rp 3,17 triliun.
Kemudian sisi timurnya ada tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 25,4 km investasi Rp 4,5 triliun, Cibitung-Cilincing sepanjang 34,5 km dengan investasi Rp 4,22 triliun. Saat ini yang sudah selesai dibangun dan dioperasikan adalah tol Jagorawi-Cimanggis sepanjang 3,4 Km.
(zul/hen)










































